Bertemu Ibunda Pendiri ESQ, Mohammad Iqbal Yulianto Rasakan Energi Spiritual Haji

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Momentum ibadah haji tahun ini menjadi pengalaman spiritual yang begitu mendalam bagi Mohammad Iqbal Yulianto. Di tengah rangkaian persiapan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, ia mendapatkan sejumlah momen yang disebutnya penuh makna, mulai dari bertemu ibunda pendiri ESQ hingga bersilaturahmi dengan jamaah asal Brebes di Mina.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika berkesempatan bertemu langsung dengan Oma Ana, ibunda dari pendiri ESQ, Prof. Dr. (HC) Ary Ginandjar Agustian.

ESQ adalah singkatan dari Emotional Spiritual Quotient, yakni konsep kecerdasan yang menggabungkan antara kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ) dan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient/SQ). Konsep tersebut dipopulerkan Ary Ginanjar Agustian melalui lembaga pelatihan ESQ Leadership dan telah dikenal luas di Indonesia sebagai metode pengembangan karakter dan kepemimpinan berbasis nilai spiritual.

Bacaan Lainnya

Menurut Iqbal, sosok Oma Ana menghadirkan keteduhan dan energi spiritual yang begitu kuat. Ia menilai keberhasilan dakwah dan perjalanan panjang Ary Ginandjar Agustian tidak lepas dari doa serta ketulusan seorang ibu.

“Di balik kesuksesan tokoh-tokoh besar yang membawa perubahan bagi umat, selalu ada doa tak terbatas dari seorang ibu yang hebat,” tulis Mohammad Iqbal Yulianto, Kamis (28/5/2026).

Ia mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi dan berbincang secara langsung dengan Oma Ana di momen menjelang keberangkatan ibadah haji.

“Melihat senyum beliau, kami belajar bahwa kemuliaan hidup dan keberhasilan dakwah yang dirasakan jutaan alumni ESQ hari ini adalah buah dari rida dan ketulusan doa seorang ibu,” katanya.

Iqbal menyebut, pertemuan tersebut menjadi pengingat penting tentang nilai berbakti kepada orang tua serta pentingnya menjaga hubungan spiritual dalam kehidupan.

Tak hanya itu, ia juga mendapatkan wejangan langsung dari Ary Ginandjar Agustian terkait rencana pendirian Klinik Mental Health di Kota Tegal.

Menurut Iqbal, arahan yang diberikan memperkuat keyakinannya untuk menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang memadukan pendekatan klinis dengan spiritualitas.

“Arahan beliau memantapkan langkah kami untuk berjuang mendirikan Klinik Mental Health di Kota Tegal. Kombinasi ilmu klinis dan kekuatan spiritualitas adalah masa depan bagi kesehatan jiwa umat,” ungkapnya.

Saat ini, Iqbal bersama rombongan jamaah haji Indonesia telah berada di kawasan Mina, Arab Saudi. Ia mengatakan suasana Mina yang dipenuhi jutaan jamaah dari berbagai negara justru memunculkan kerinduan terhadap kampung halaman dan masyarakat Brebes.

“Di tengah jutaan jamaah dari seluruh dunia, rasa rindu dengan suasana kampung halaman dan sedulur-sedulur dari Brebes terasa sangat hangat,” ujarnya.

Ia pun mengajak jamaah asal Brebes yang berada di sekitar Maktab 111 Mina untuk bersilaturahmi dan saling menguatkan selama menjalankan ibadah haji.

“Monggo yang ada kelonggaran waktu dan dekat, kita ketemuan, silaturahmi, sekaligus saling menguatkan ibadah di sini,” tuturnya.

Iqbal berharap seluruh jamaah haji Indonesia, khususnya asal Brebes dan Tegal, diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur dan mabruroh.

“Semoga ibadah haji kita semua dilancarkan, diberikan kesehatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait