JAKARTA SUARAPANCASILA.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan akses pembiayaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), dan koperasi berbasis syariah.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, saat menerima audiensi jajaran Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan terkait persiapan Musyawarah Nasional (Munas) VI APKLI-P Tahun 2026 di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Amirsyah menegaskan bahwa sektor ekonomi rakyat memiliki peran sangat strategis bagi perekonomian nasional. Menurutnya, sekitar 64,5 juta pelaku PKL dan UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja atau sekitar 117 juta orang.
“PKL dan UMKM bukan hanya pahlawan ekonomi Indonesia, tetapi juga menjadi tulang punggung bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU), MUI akan memfokuskan program pada perluasan akses pembiayaan modal usaha, peningkatan kualitas SDM, serta pendampingan bagi pelaku ekonomi rakyat dan koperasi syariah.
MUI juga mendorong terjalinnya kerja sama resmi antara LPEU MUI dengan APKLI-P melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah konkret memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Amirsyah menyatakan kesediaannya menghadiri Munas VI APKLI-P yang dijadwalkan berlangsung di Asrama Haji Jakarta pada 27–29 Agustus 2026. Ia juga mengundang APKLI-P untuk berpartisipasi dalam Kongres Umat Islam Indonesia yang akan digelar pada 24–26 Juli 2026.
Menurutnya, isu penguatan ekonomi rakyat menjadi salah satu agenda penting dalam kongres tersebut dan hasil rekomendasinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan kebijakan.
Sementara itu, Ketua Umum APKLI-P, Ali Mahsun ATMO, menyambut baik komitmen MUI dalam mendukung kemajuan ekonomi rakyat.
Ia menilai sinergi antara APKLI-P dan MUI menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing PKL dan UMKM, terutama dalam menghadapi momentum bonus demografi Indonesia pada 2030.
“Kami segera menindaklanjuti kerja sama dengan LPEU MUI. Dukungan ini sangat penting agar PKL dan UMKM semakin unggul dan mampu menjadi kekuatan utama ekonomi nasional,” ujar Ali Mahsun.
Dalam audiensi tersebut, Amirsyah didampingi Sekretaris LPEU MUI Darmawan. Sementara rombongan APKLI-P turut dihadiri Wakil Ketua Umum Meihadir Ahmad, Ketua Harian Chanifah Zumzumi, Wasekjen Tri Timbul Prasubakti, Wasekjen Ilham Yulianto, Ketua DPW DKI Jakarta Hadi Setiono, serta Wakil Sekretaris DPW DKI Jakarta Nana Nursalam.











