REJANG LEBONG , SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes)Masyarakat Adat Lembak yang digelar pada Senin, 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam mendukung pembangunan daerah.
Mubes Masyarakat Adat Lembak secara resmi dibuka oleh Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, STTP, MSi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Setda Rejang Lebong Bobby Harpa Santana, SSTP, MSi, anggota DPRD Rejang Lebong, unsur Forkopimda, perwakilan TNI-Polri, Kejaksaan, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Hendri menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terhadap penyelenggaraan Mubes Masyarakat Adat Lembak.“Pada prinsipnya kami dari Pemerintah Daerah Rejang Lebong menyambut baik serta mendukung penuh acara Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak ini,”ujar Hendri.
Ia berharap melalui forum tersebut lahir berbagai pemikiran, gagasan, dan sumbang saran yang dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan KabupatenRejang Lebong ke depan.Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Hendri mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berkomitmen mewujudkan pembangunan yang meratadi seluruh wilayah, termasuk kawasan masyarakat Lembak.
“Sudah menjadi komitmen kami agar pembangunan merata, baik di wilayah Lembak maupun di kawasan perkotaan. Daerah Lembak jangan dipandang sebelah mata karena merupakan bagian penting dari Kabupaten Rejang Lebong,” tegasnya.
Ia menjelaskan, berbagai pembangunan infrastruktur telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya pembangunan jalan dari Simpang KotaPadang menuju Derati hingga Tanjung Ening yang kini telah selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain itu, akses transportasi masyarakat menuju Kota Bengkulu juga semakin mudah dan cepat. Jika sebelumnya perjalanan membutuhkan waktu sekitar empatjam, kini dapat ditempuh hanya sekitar 2,5 hingga 3 jam berkat peningkatan kualitas jalan dari Simpang Koramil, Air Nau, Apur hingga terhubung ke wilayahKabupaten Kepahiang.
“Jalan-jalan di wilayah Lembak sudah banyak yang mulus. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Hendri mengakui bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Rejang Lebong menghadapi tantangan keterbatasan anggaran yang berdampak pada pelaksanaan pembangunan daerah. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat pemerintah untuk terus memperjuangkan pembangunan.
Ia mengajak seluruh OPD untuk aktif melakukan jemput bola ke pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu guna memperoleh dukungan program dan pendanaan pembangunan.
“Tahun 2026 ini kita dihadapkan dengan anggaran yang cukup terbatas. Namun saya mengajak seluruh OPD untuk tidak menyerah dan terus berupaya mencari peluang bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi agar pembangunan di Rejang Lebong tetap berjalan,” pungkasnya.











