BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, penanganan stunting, keterbukaan informasi, hingga pelayanan administrasi kependudukan mengantarkan Kabupaten Brebes dan Bupati Paramitha Widya Kusuma meraih sejumlah penghargaan sepanjang 2025 hingga Oktober 2026.
Penghargaan tersebut datang dari berbagai lembaga, mulai dari detikJateng-detikJogja, SEAMEO RECFON, Suara Merdeka Network, Kementerian Dalam Negeri, hingga penyelenggara penghargaan tingkat nasional. Setiap apresiasi memiliki latar belakang berbeda sesuai program dan bidang yang dinilai.

Salah satu penghargaan awal diterima Paramitha dalam ajang detikJateng-detikJogja Awards 2025 pada 23 Juli 2025. Ia dinobatkan sebagai Tokoh Perempuan Akselerator Kesejahteraan Masyarakat di Bidang Pendidikan.
Penghargaan itu berkaitan dengan program pendidikan yang menjadi salah satu prioritas Pemkab Brebes, termasuk perbaikan infrastruktur sekolah, penguatan akses pendidikan 12 tahun, penanganan anak putus sekolah, serta program Satu Keluarga Satu Sarjana bagi keluarga kurang mampu.
Program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus mengurangi hambatan ekonomi yang membuat anak kesulitan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Berikutnya, pada 24 September 2025, Kabupaten Brebes menerima SEAMEO RECFON Award kategori Agung, tingkat penghargaan tertinggi dalam jenjang apresiasi program tersebut di Indonesia. Penghargaan diberikan atas komitmen, kolaborasi, dan kinerja daerah dalam menjalankan Program Anakku Sehat dan Cerdas atau Early Childhood Care, Nutrition, and Education (ECCNE), yang berfokus pada penguatan kesehatan, gizi, dan pendidikan anak usia dini serta percepatan penurunan stunting.
Capaian ini berkaitan dengan upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Pemkab Brebes juga menghubungkan agenda tersebut dengan program pendidikan dan peningkatan kesejahteraan keluarga agar anak-anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara lebih baik.
Pada 7 November 2025, Paramitha kembali memperoleh apresiasi melalui Satria Leader Award bidang Kesehatan dalam ajang Satria Brand Award 2025 yang diselenggarakan Suara Merdeka Network di Semarang. Penghargaan itu diberikan atas kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dan inisiatif program Nakes Door To Door.
Melalui program tersebut, tenaga kesehatan mendatangi warga untuk mendekatkan pelayanan, mendeteksi kondisi kelompok rentan seperti ibu hamil dan penyandang disabilitas, serta memberikan edukasi kesehatan. Program yang mulai dijalankan pada 100 hari kerja pemerintahan itu ditujukan agar pelayanan kesehatan menjangkau masyarakat secara lebih langsung.
Saat menerima penghargaan mewakili Bupati, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Brebes Khaerul Abidin menyampaikan bahwa apresiasi itu merupakan hasil kerja bersama masyarakat dan berbagai pihak, bukan semata-mata milik kepala daerah.
Pada Desember 2025, Brebes mencatat dua capaian lain dalam tata kelola pemerintahan. Pertama, predikat Kabupaten Sangat Inovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Pemkab Brebes melaporkan 270 inovasi daerah pada tahun tersebut sebagai bagian dari upaya mengembangkan pelayanan dan tata kelola yang lebih adaptif.
Kedua, Brebes mempertahankan predikat Kabupaten Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 16 Desember 2025, dengan nilai 90,09. Predikat ini berkaitan dengan penilaian terhadap komitmen badan publik dalam menyediakan informasi yang dapat diakses masyarakat.
Memasuki 2026, penghargaan kembali diterima melalui Disway Top Regional Leader Awards pada 11 Juni 2026. Paramitha memperoleh apresiasi atas kepemimpinan dan pembangunan daerah, dengan sektor pertanian serta ketahanan pangan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian.
Pertanian merupakan sektor strategis bagi Brebes, baik sebagai penopang ekonomi masyarakat maupun pemasok komoditas pangan. Karena itu, penguatan sektor tersebut menjadi salah satu bagian dari agenda pembangunan daerah.
Pada 9 September 2026, Paramitha juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Daerah Peduli Pemberdayaan UMKM dan Potensi Lokal dalam sebuah ajang penghargaan tingkat nasional di Jakarta. Apresiasi tersebut dikaitkan dengan upaya mendorong ekonomi kerakyatan dan mengembangkan potensi lokal, termasuk telur asin, batik Salem, produk perikanan, serta usaha berbasis pertanian.
Pengembangan UMKM menjadi penting karena pelaku usaha kecil berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal. Upaya pemerintah daerah mencakup dukungan perizinan, pendampingan pemasaran, digitalisasi, serta akses permodalan.
Penghargaan terbaru diterima pada 23 Oktober 2026 melalui detikJateng-detikJogja Awards 2026 kategori Inovasi Pelayanan Desa. Paramitha mendapat apresiasi atas upaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Salah satu dasar penilaiannya ialah keberadaan Kios Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang telah tersedia di 297 desa dan kelurahan di Kabupaten Brebes. Layanan tersebut memungkinkan warga mengurus dokumen kependudukan, seperti kartu keluarga, akta kelahiran, kartu identitas anak, dan identitas kependudukan digital, tanpa harus selalu datang langsung ke kantor dinas terkait.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Brebes Juwita Asmara yang menerima penghargaan tersebut mewakili Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mendekatkan pelayanan agar lebih mudah diakses, transparan, dan akuntabel.
Rangkaian penghargaan itu menunjukkan pengakuan terhadap sejumlah bidang pembangunan di Brebes, dari pendidikan dan kesehatan hingga inovasi pelayanan, keterbukaan informasi, pertanian, dan pemberdayaan UMKM.
Meski demikian, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Tantangan berikutnya ialah memastikan program yang menjadi dasar penilaian berjalan konsisten, menjangkau warga yang membutuhkan, serta menghasilkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.











