BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mendorong masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Hal itu disampaikan saat pengukuhan kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bojonegoro dan Pimpinan Ranting (PR) Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM DMI) se-Kabupaten Bojonegoro, periode 2026–2031 di Gedung Paripurna DPRD Bojonegoro, Selasa (29/9/2026).
Setyo Wahono menekankan pentingnya sinergi DMI dan BKMM DMI dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama dan masyarakat.
“Inisiasi ini mempunyai keinginan bagaimana masjid itu menjadi masjid yang mandiri,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dapat disinergikan dengan program pengurus masjid. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita bangun sinergi, kolaborasi dan kebersamaan. Bersama-sama kita dapat memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah sekaligus Ketua BKMM DMI Bojonegoro mendorong masjid menjadi fondasi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di antaranya melalui pengembangan pasar subuh, UMKM di lingkungan masjid, serta gerakan kebersihan, penghijauan dan pengelolaan sampah.
“Semoga ini menjadi bagian dari pembinaan ekonomi dan menjadikan masjid sebagai fondasi untuk mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur dan berdaya,” pesannya.
Ketua DMI Bojonegoro Ali Mustofa menegaskan komitmen kepengurusan periode 2026–2031 untuk lebih dekat dengan masjid, umat dan masyarakat. Salah satu fokusnya adalah mendorong takmir masjid semakin profesional.
DMI menargetkan masjid di Bojonegoro semakin ramah, tertib, peduli dan mandiri. Sementara BKMM DMI diharapkan memperkuat peran majelis taklim, perempuan dan keluarga.
“Dukungan ini adalah energi bagi kami. Kami ingin bekerja, hadir di tengah masjid dan mendatangi masjid untuk menghadirkan sesuatu yang nyata,” tegasnya.
Kepengurusan baru DMI dan PR BKMM DMI periode 2026–2031 diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, sehingga masjid semakin optimal menjadi pusat pembinaan umat sekaligus pemberdayaan masyarakat.











