KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat upaya pemenuhan gizi masyarakat melalui peresmian empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru yang berada di bawah naungan Yayasan Synergy An Nahl Indonesia, Kamis (7/5/2026).
Peresmian yang dipusatkan di kawasan Buring, Kecamatan Kedungkandang tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pangan bergizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok penerima manfaat.
Empat SPPG yang resmi beroperasi yakni SPPG Buring 2, Buring 3, Tlogomas 2, dan Bandungrejosari 3. Kehadiran empat dapur pelayanan gizi ini melengkapi satu SPPG sebelumnya yang telah lebih dahulu diresmikan di wilayah Klojen.
Perwakilan Yayasan Synergy An Nahl Indonesia, Ahmad Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang beserta seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung operasional SPPG hingga ke tingkat lingkungan RT dan RW.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah dan seluruh perangkat pendukung. Dengan dukungan tersebut, yayasan kami dipercaya mengelola empat dapur baru, setelah sebelumnya satu dapur di Klojen juga telah diresmikan,” ujarnya.
Ahmad menjelaskan, dua SPPG di wilayah Buring telah mulai beroperasi sejak pekan lalu dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 1.280 hingga 1.350 orang. Sementara itu, SPPG Tlogomas dan Bandungrejosari juga mulai melayani masyarakat dalam beberapa hari terakhir dengan cakupan ratusan penerima manfaat.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Bahkan sebelum dapur beroperasi, sejumlah kepala sekolah telah aktif melakukan koordinasi terkait distribusi bantuan makanan bergizi.
“Kami benar-benar merasakan semangat dan harapan besar dari masyarakat. Kepala sekolah sangat antusias karena program ini memang sangat dibutuhkan,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh proses pembangunan maupun operasional SPPG dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dukungan lintas sektor dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Dinas PUPR disebut menjadi faktor penting dalam percepatan operasional.
Ahmad juga menekankan bahwa SPPG bukan sekadar dapur umum biasa, melainkan pusat pelayanan masyarakat yang menuntut profesionalisme, integritas, serta pengawasan berkelanjutan.
“Ini bukan dapur konvensional. Di sini melekat fungsi pelayanan. Karena itu kami terus mengingatkan seluruh relawan untuk menjaga kebersihan, etika, dan kualitas layanan. Kami juga meminta masyarakat ikut mengawasi dan memberi masukan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Harjito B., S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap operasional SPPG sesuai ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 28.

“Pemerintah daerah diperbolehkan melakukan sidak kapan saja dalam rangka perbaikan tata kelola di lapangan. Rekomendasi dari pemerintah daerah nantinya akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa kehadiran empat SPPG baru merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas generasi masa depan melalui pemenuhan gizi yang baik.
Ia meminta seluruh pengelola SPPG menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, dan transparan, mulai dari proses pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
“Pastikan seluruh proses pengelolaan dilaksanakan secara profesional dan memenuhi standar keamanan pangan serta kualitas gizi yang telah ditetapkan,” tegas Wahyu.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga mutu pelayanan dan kebersihan agar kepercayaan masyarakat terhadap program tetap terjaga.

“Jangan sampai program yang baik ini kehilangan kepercayaan masyarakat hanya karena kelalaian dalam menjaga kualitas dan kebersihan. Yang kita layani adalah anak-anak, generasi masa depan yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Selain sebagai pusat penyedia makanan bergizi, Wahyu berharap SPPG juga menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang.

“SPPG tidak hanya menjadi tempat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga harus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat,” tambahnya.
Dengan bertambahnya empat SPPG baru tersebut, Pemerintah Kota Malang optimistis program pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan lebih luas, merata, dan efektif demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, serta berkualitas di masa depan.
REPORTER : DONI KURNIAWAN
EDITOR : DENNY W










