Gotong Royong TNI dan Warga, 10 Jembatan Perintis Garuda Dibangun di Bojonegoro

BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID– Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bojonegoro. Melalui keterlibatan aktif Babinsa Kodim 0813 Bojonegoro, sebanyak 10 titik Jembatan Perintis Garuda kini tengah dikerjakan secara serentak di berbagai wilayah.

Pembangunan ini tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga masyarakat setempat yang turut ambil bagian dalam kegiatan karya bakti. Mulai dari pengangkutan material, perakitan rangka besi, hingga proses pengecoran pondasi dilakukan secara gotong royong di tengah berbagai keterbatasan akses dan medan yang menantang.

Adapun sepuluh lokasi pembangunan jembatan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Desa Kepoh (Kepohbaru), Desa Sambongrejo (Sumberrejo), Desa Sekaran dan Ngaglik (Kasiman), Desa Napis (Tambakrejo), Desa Kacangan (Malo), Desa Soko (Temayang), Desa Meduri (Margomulyo), serta Desa Pragelan (Gondang).

Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ST., menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah terpencil.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya memperkuat konektivitas antar wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat akan terus diperkuat demi mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Di lokasi pembangunan Dusun Tawaran, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro Kapten Inf Surahmat menjelaskan bahwa proses pekerjaan saat ini memasuki tahap penting, khususnya dalam perakitan rangka besi sebagai fondasi utama sebelum pengecoran.

“Meski kondisi cuaca sering tidak menentu, pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana. Kami terus menjaga kualitas agar jembatan ini kokoh dan tahan lama,” jelasnya.

Kehadiran jembatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Salah satunya Sunardi (47), warga Dusun Tawaran, yang mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan permanen tersebut.

Menurutnya, selama ini akses yang ada sangat terbatas dan berisiko, terutama saat musim hujan dan banjir. Dengan adanya jembatan baru, aktivitas warga diharapkan menjadi lebih aman dan lancar.

“Sudah puluhan tahun kami menantikan jembatan ini. Alhamdulillah sekarang terwujud. Terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang telah membantu kami,” ungkapnya.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam membuka akses wilayah terisolir, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

Pos terkait