BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Brebes menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia dalam memberantas peredaran serta penyalahgunaan obat terlarang di wilayah Kabupaten Brebes.
Dukungan itu disampaikan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes, Bayu Rohmawan, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Minggu (26/4/2026), yang disertai pamflet dukungan terhadap upaya pemberantasan obat terlarang.
Dalam postingannya, Bayu menegaskan pentingnya menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan obat-obatan ilegal.
“Selamatkan masa depan generasi muda! Kami mendukung penuh langkah Pemerintah dan Kepolisian RI dalam memberantas peredaran serta penyalahgunaan obat terlarang. Brebes harus bersih, bersama kita jaga masa depan bangsa!” tulis Bayu dalam unggahan tersebut.
Sementara dalam pamflet yang turut diunggah, GP Ansor dan Banser Kabupaten Brebes menegaskan dukungan penuh terhadap langkah aparat penegak hukum.
“ANSOR BANSER KABUPATEN BREBES MENDUKUNG SEPENUHNYA,” demikian tertulis dalam pamflet itu.
Pernyataan tersebut dilanjutkan dengan dukungan terhadap langkah pemerintah dan kepolisian dalam penanganan peredaran obat ilegal di daerah.
“Upaya Pemerintah dan Kepolisian RI memberantas peredaran dan penyalahgunaan obat terlarang di wilayah Kabupaten Brebes,” bunyi isi pamflet tersebut.
Di bagian akhir, turut disampaikan pesan kebangsaan dan ajakan menjaga masa depan generasi muda.
“#Jaga Generasi Muda #Jaga Negeri #NKRI Harga Mati.”
GP Ansor Brebes menilai ancaman obat terlarang bukan sekadar persoalan hukum, tetapi masalah sosial yang dapat merusak kesehatan, pendidikan, moral, serta masa depan anak muda.
Karena itu, organisasi kepemudaan tersebut mendorong seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh agama, sekolah, hingga komunitas pemuda, untuk ikut aktif mengawasi lingkungan masing-masing.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu peredaran obat keras ilegal memang menjadi perhatian publik di berbagai daerah. Modus penjualan disebut beragam, mulai dari kios kecil, warung, toko berkedok usaha lain, hingga jaringan tertutup yang menyasar kalangan remaja.










