Gerakan Aksi Bergizi Di SMAN 2 Rejang Lebong, Plt Bupati Puji Antusias Para Siswa

REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong terus memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, khususnya bagi anak usia sekolah dan remaja.

Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Aksi Bergizi di SMAN 2 Rejang Lebong, Kamis (10/9/2026), dengan mengusung tema “Gizi Seimbang, Generasi Gemilang”.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri SSTP MSi. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong drg Asep Setia Budiman beserta jajaran, Kepala SMAN 2 Rejang Lebong Pedito Alam M.Pd beserta dewan guru, Camat Curup Timur Helvin Elkadarido SE, serta sejumlah tamu undangan.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi bersama. Selanjutnya, para peserta mengikuti sarapan sehat bersama yang dilanjutkan dengan penilaian menu makanan sarapan sehat anak sekolah berdasarkan konsep “Isi Piringku”.

Kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai anemia gizi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi anak sekolah. Suasana semakin interaktif melalui sesi menjawab pertanyaan dengan konsep “siapa cepat dia dapat”.

Selain itu, dilaksanakan aksi konsumsi makanan dan minuman tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri, pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa dan dewan guru, serta peninjauan langsung ke lokasi pelaksanaan PKG.

Kehadiran Plt Bupati Rejang Lebong langsung disambut antusias para siswa. Bukan hanya berjabat tangan, sejumlah siswa bahkan meminta kesempatan untuk berfoto selfie bersama. Tidak hanya itu, Plt Bupati juga memberikan doorprize kepada para siswa yang antusias mengikuti kegiatan.

Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri SSTP MSi mengatakan kegiatan Aksi Bergizi merupakan salah satu bentuk implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara khusus mengingatkan masyarakat untuk selalu melaksanakan Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) guna mewujudkan Indonesia Sehat dan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurutnya, Germas merupakan gerakan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dengan melibatkan seluruh komponen bangsa untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam berperilaku hidup sehat.

“Salah satu bentuk kegiatannya adalah seperti hari ini, yang kita laksanakan bersama-sama yaitu Gerakan Aksi Bergizi Anak Sekolah di SMAN 2 Rejang Lebong,” katanya.

Plt Bupati juga menekankan bahwa kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan anak dan remaja yang harus mendapat perhatian dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, masyarakat hingga pemerintah.

Ia menyebut, persoalan yang dihadapi kelompok remaja cukup kompleks, mulai dari pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, perundungan, kesehatan jiwa dan emosional, perkawinan dini, kebersihan diri, aktivitas fisik, pola tidur, perilaku berisiko, obesitas, hingga persoalan gizi dan stunting.

Terkait stunting, Hendri menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan gangguan pertumbuhan pada balita yang dapat dipengaruhi oleh kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, paparan infeksi berulang dan kurangnya stimulasi.

“Stunting juga dipengaruhi oleh status kesehatan remaja, ibu hamil, pola makan balita, ekonomi, budaya maupun faktor lingkungan dan sanitasi yang jelek serta akses terhadap layanan kesehatan. Salah satu faktor terjadinya stunting adalah kejadian anemia pada remaja,” jelasnya.

Ia mengatakan, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat dialami berbagai kelompok usia, mulai dari balita, remaja, ibu hamil hingga lanjut usia.

Menurutnya, masih tingginya kasus anemia juga berkaitan dengan kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah, khususnya pada remaja putri dan ibu hamil.Karena itu, Gerakan Aksi Bergizi dinilai menjadi salah satu upaya preventif dan promotif dalam mendorong pencegahan anemia sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

“Melihat masih rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri, UNICEF menginisiasi kegiatan Aksi Bergizi Nasional ini sebagai salah satu upaya preventif dan upaya promotif dalam percepatan pencegahan penurunan stunting di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Rejang Lebong khususnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hendri menyampaikan pentingnya deteksi dini atau skrining kesehatan bagi anak usia sekolah mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Hal tersebut diwujudkan melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Anak Sekolah sebagai bagian dari upaya mengenali tanda dan risiko gangguan kesehatan sejak dini sehingga dapat dilakukan penanganan awal.

“Dianggap penting semua anak remaja, khususnya anak sekolah mulai tingkat sekolah dasar, tingkat SMTP dan tingkat SMTA untuk dilakukan deteksi dini atau skrining kesehatan yang dikemas ke dalam program hasil terbaik cepat Presiden Republik Indonesia yaitu Pemeriksaan Kesehatan Gratis Anak Sekolah,” katanya.

Ia berharap pemeriksaan kesehatan tersebut dapat membantu mengenali tanda dan bahaya kesehatan sejak awal sehingga berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi anak dan remaja dapat segera ditangani.

Hendri juga memaparkan sejumlah tujuan pelaksanaan Aksi Bergizi, di antaranya meningkatkan literasi masyarakat mengenai gerakan aksi bergizi sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah, meningkatkan pengetahuan serta kesadaran peserta didik dalam upaya pencegahan stunting, dan mendorong pelaksanaan kegiatan secara rutin di lingkungan sekolah.

Tiga intervensi utama yang ditekankan dalam Aksi Bergizi tersebut meliputi senam pagi atau aktivitas fisik bersama, sarapan bersama dengan menu gizi seimbang, serta konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan komitmen sekolah dalam melaksanakan Aksi Bergizi secara rutin setiap minggu serta mendukung pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala.

“Menjadikan agent perubahan Aksi Bergizi dan pemeriksaan kesehatan di sekolah, termasuk guru dan anak murid, dalam rangka memberdayakan anak murid, guru dan warga sekolah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas program dalam penyelenggaraan Aksi Bergizi maupun Pemeriksaan Kesehatan Gratis di sekolah.

Plt Bupati berharap kegiatan yang dilaksanakan di SMAN 2 Rejang Lebong tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi kebiasaan sehat bagi seluruh warga sekolah dan diterapkan secara berkelanjutan.

“Upaya preventif dan promotif yang dilaksanakan hari ini yaitu Gerakan Aksi Bergizi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Anak Sekolah di SMAN 2 Rejang Lebong diharapkan dapat menjadi perilaku sehat dan menjadikan kebiasaan yang baru nantinya bagi anak sekolah,” tuturnya.

Di sisi lain, Plt Bupati mengapreasi pelaksanaan aksi bergizi di SMAN 2 Rejang Lebong. Hal ini terlihat dari ribuan siswa yang antusias mengikuti kegiatan di sekolah.Oleh karena itu, Plt Bupati juga mengajak seluruh sekolah di Kabupaten Rejang Lebong menjadi contoh dalam membangun perilaku hidup sehat.

“Kita berharap para peserta didik dapat membawa pengetahuan yang diperoleh dari sekolah untuk diterapkan dan disosialisasikan di lingkungan keluarga masing-masing. Dengan demikian, budaya hidup sehat dapat tumbuh mulai dari sekolah hingga rumah tangga dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait