Hadiri Workshop FH Universitas IBA, Bupati Askolani Tekankan Pentingnya Kurikulum Hukum Berbasis Praktik dan Digitalisasi

BANYUASIN, SUARA PANCASILA.ID – Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H., hadiri Workshop Eksternal Peninjauan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Fakultas Hukum Universitas IBA Palembang. Pada kesempatan ini Bupati Askolani yang juga merupakan salah satu tenaga pengajar di Universitas IBA memberikan pokok-pokok pikiran strategis mengenai arah pendidikan hukum ke depan. Rabu (03/06)

Dalam sambutannya Bupati Askolani menyampaikan bahwa dunia hukum saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai persoalan fundamental seperti peraturan dan pengadilan semata. Kehadiran transformasi digital yang masif, mulai dari revolusi digital, kecerdasan buatan (AI), transformasi birokrasi, ekonomi digital, hingga isu perlindungan data pribadi dan kejahatan siber, telah mengubah wajah pemerintahan dan praktik hukum secara mendasar.

“Kita sedang berada pada era perubahan yang sangat cepat. Oleh karena itu, pendidikan tinggi hukum harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori hukum, tetapi juga memiliki kemampuan praktis, keterampilan komunikasi, penguasaan teknologi informasi, kemampuan bahasa asing, integritas moral, serta kapasitas beradaptasi terhadap perubahan global” ujar Askolani

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, dirinya juga berharap lulusan Fakultas Hukum tidak hanya mampu hukum secara teori namun juga mampu secara praktik. “Lulusan Fakultas Hukum tidak boleh hanya sekadar menguasai teori di bangku kuliah, melainkan harus mampu beradaptasi dengan cepat dan mengimplementasikan keilmuannya secara praktis demi menjawab dinamika serta tantangan nyata di tengah masyarakat.” jelasnya

Selain kemampuan beradaptasi, Askolani juga menekankan pentingnya kurikulum yang responsif dan visioner demi menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan bangsa. “Penyusunan kurikulum hukum yang ideal memerlukan sinergi dan kolaborasi aktif yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, praktisi, lembaga hukum, hingga masyarakat luas secara langsung.” ungkapnya.

Sebagai kepala daerah, ia melihat kebutuhan sumber daya manusia di sektor pemerintahan daerah kini semakin kompleks. Pemerintah daerah sangat membutuhkan sarjana hukum kompeten yang siap pakai yang mampu menyusun produk hukum daerah yang berkualitas, melakukan harmonisasi regulasi, memberikan legal opinion terhadap kebijakan publik, memahami kontrak dan investasi, mendukung tata kelola pemerintahan yang akuntabel, menguasai hukum digital dan perlindungan data serta mampu menyelesaikan sengketa secara efektif dan berkeadilan.

Diakhir sambutannya, Bupati Askolani juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Fakultas Hukum Universitas IBA atas langkah serius melakukan peninjauan kurikulum berbasis OBE. Langkah ini dinilai sebagai keputusan strategis yang sangat tepat dalam melahirkan lulusan hukum yang unggul, profesional, berintegritas, dan berdaya saing global demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan serta masyarakat yang semakin maju.

Hadir pula pada pada giat ini Staff Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Dr. Drs. H. Ali Sadikin M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dra. Yosi Zartini, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Banyuasin, Hj. Ida Bahagia, S.H., M.M., Plt. Kepala Disporapar Banyuasin, Sirajuddin, S.Sos M.Si.

suarapancasilaid'

Pos terkait