OGAN KOMERING ULU -SUARAPANCASILA.ID– Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Baturaja dijadikan pijakan untuk merefleksikan kembali tata kelola pemerintahan daerah. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu mengonversi amanat digital nasional ke dalam komitmen penguatan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kedaulatan informasi tingkat tapak.
Ritual tahunan peringatan hari besar nasional tidak boleh sekadar berakhir sebagai parade baris-berbaris di atas lapangan semen. Momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang berpusat di halaman Kantor Bupati Ogan Komering Ulu, Baturaja, pada Rabu (20/5/2026), dijadikan batu loncatan strategis untuk memacu reformasi birokrasi dan pemerataan akses publik di Bumi Sebimbing Sekundang.
Upacara bendera yang mengusung tema besar “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” tersebut dipimpin langsung oleh Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah. Di hadapan barisan aparatur sipil negara dan jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), jalannya seremoni diisi dengan diseminasi amanat tertulis dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi).
Penyampaian amanat menteri tersebut dinilai relevan dengan kondisi kontemporer Sumatera Selatan, di mana akselerasi transformasi digital dan penguatan infrastruktur telekomunikasi kini menjadi prasyarat mutlak untuk mengikis ketimpangan informasi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Kemandirian teknologi ditekankan sebagai fondasi utama menjaga kedaulatan domestik.
Bagi wilayah seperti Kabupaten OKU, tantangan kebangkitan abad ke-21 tidak lagi berkutat pada aspek geopolitik konvensional, melainkan pada kemampuan daerah dalam menyuplai hak-hak dasar warganya secara cepat dan transparan. Fluktuasi efisiensi birokrasi sering kali menjadi sumbatan utama bagi penetrasi program kesejahteraan masyarakat.
Bupati OKU Teddy Meilwansyah menegaskan, pembacaan naskah pidato kenegaraan di mimbar upacara harus diinternalisasi oleh seluruh kepala dinas dan pemegang kebijakan lokal sebagai target kerja rill. Pihaknya menolak menjadikan Harkitnas sebagai agenda kalender rutin yang kehilangan substansi evaluasi kinerja pasca-acara.
Pemerintah daerah saat ini tengah mengarahkan fokus anggaran pada simplifikasi sistem pelayanan publik. Sektor jaminan kesehatan dan keterjangkauan mutu pendidikan di wilayah-wilayah penyangga luar kota Baturaja diklaim menjadi prioritas intervensi utama guna menaikkan indeks pembangunan manusia (IPM) daerah secara keseluruhan.
“Bagi kami ini bukan hanya seremonial, tetapi bagaimana ke depan kita mampu membangkitkan semangat untuk memajukan kabupaten yang kita cintai ini. Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini harus kita maknai sebagai semangat bersama untuk kemajuan OKU ke depan,” ujar Teddy Meilwansyah seusai memimpin jalannya upacara.










