Herman Deru Ambil Langkah Atasi Ancaman Kemarau Terhadap Sektor Pertanian Di Banyuasin

BANYUASIN, SUARA PANCASILA.ID – Mewakili Bupati Banyuasin, Asisten II Setda Kabupaten Banyuasin, Ir. Alpian Soleh, MM menyambut kedatangan Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH., MH, dalam rangka meninjau kondisi sawah di musim kemarau, sekaligus meresmikan dan meninjau 4 (empat) jembatan di Desa Telang Rejo di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (19/09/2026).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan secara langsung kondisi jembatan yang merupakan konektivitas dalam mempermudah aktivitas masyarakat di wilayah tersebut dan memantau kondisi sektor pertanian di tengah musim kemarau di Kecamatan Muara Telang.

Alpian Soleh dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan, yang telah memberikan atensi yang luar biasa besar untuk Kabupaten Banyuasin terutama di Kecamatan Muara Telang.

Bacaan Lainnya

Tentu ini menjadi semangat baru untuk masyarakat sekitar dalam melakukan kegiatan dan tentu membantu roda perekonomian masyarakat sekitar. “Terima kasih juga atas langkah yang akan diambil Gubernur Sumsel dalam upaya yang akan dilakukan mengatasi ancaman musim kemarau terhadap sawah di Banyuasin,” ucapnya mewakili Bupati Banyuasin.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengakui Kabupaten Banyuasin selama ini memegang peranan penting sebagai salah satu daerah dengan tingkat peningkatan produksi beras nasional tertinggi. “Namun di musim kemarau ini, setelah saya dialog dengan petani tadi, sejumlah tantangan yang dihadapi para petani, khususnya terkait ketersediaan air tawar dan fenomena intrusi air laut atau air payau saat musim kemarau panjang,” jelasnya.

“Saya sudah pastikan dengan mencoba langsung mencicipi air dari saluran setempat, saya mendapati air tersebut berasa asin. Kondisi ini membuat upaya pompanisasi menggunakan air sungai di lokasi tertentu menjadi kurang efektif bagi tanaman padi, jika intrusi air asin terjadi bersamaan dengan musim kemarau,” tambah orang nomor satu di Sumsel ini.

“Tadinya mau dibantu mesin air, tapi melihat kondisi ini, mesin air berapa pun jumlahnya, ternyata percuma karena airnya asin. Kita berdoa segera turun hujan, karena di sini, panen sudah tiga kali setahun.” ujar Herman Deru di hadapan para petani.

Meski demikian, ia mengapresiasi semangat para petani di Banyuasin yang tetap produktif dan mencatatkan frekuensi panen hingga tiga kali dalam setahun.

Gubernur Herman Deru menegaskan akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian untuk mencari solusi taktis terkait titik-titik irigasi yang masih memungkinkan untuk dialiri air tawar menggunakan mesin pompa.

Selain persoalan air pertanian, Herman Deru juga menyerap keluhan warga terkait harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat eceran yang berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter.

Menanggapi hal tersebut, ia berjanji akan segera berkomunikasi dengan pihak PT Pertamina agar ke depan dapat didirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang lebih terjangkau di dekat kawasan sentra pertanian.

suarapancasilaid'

Pos terkait