KABUPATEN MALANG (JATIM),SUARAPANCASILA,ID-Kebakaran hutan yang melanda kawasan hutan di wilayah Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, hingga Kamis (17/9/2026) masih belum sepenuhnya padam. Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa bersama masyarakat kembali melakukan upaya pencegahan agar kobaran api tidak semakin meluas.
Kepala Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Bambang Soponyono, mengatakan sebanyak 75 orang dari unsur masyarakat, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dan LANDAK kembali diberangkatkan menuju lokasi kebakaran.
“Hari ini kita berangkatkan lagi masyarakat, LPHD dan LANDAK, naik ke lokasi sejumlah 75 orang, karena api belum padam juga,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, medan menuju titik kebakaran menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Lokasi yang berada di kawasan hutan membuat akses menuju titik api tidak mudah dijangkau, sehingga proses pemadaman maupun pengendalian api membutuhkan tenaga dan waktu.
“Untuk menjangkau TKP juga tidak mudah, namanya masuk hutan,” jelasnya.
Bambang menjelaskan, kebakaran tersebut telah berlangsung sejak titik awal pada 1 September 2026. Berdasarkan informasi yang diterima, titik awal kebakaran berada di wilayah Batu dan Pujon, sebelum kemudian api bergerak hingga memasuki kawasan hutan di wilayah administratif Desa Selorejo.
Api disebut mulai masuk kawasan hutan Selorejo sejak Sabtu pekan lalu. Hingga kini, masyarakat telah beberapa hari melakukan upaya pengendalian secara manual untuk mencegah api menjalar ke kawasan lainnya.
“Ini sudah hari keempat masyarakat melakukan hal itu,” kata Bambang.
Salah satu metode yang dilakukan masyarakat adalah ilari, yakni membersihkan atau membuat jalur pembatas pada area tertentu dengan menyingkirkan material yang mudah terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi bahan bakar api sekaligus mempersempit kemungkinan kobaran menjalar ke kawasan lain.
“Ini caranya, kita ilari (bersihkan) agar api tidak menjalar,” terang Bambang.
Perkembangan terbaru menunjukkan kebakaran tidak hanya menjadi persoalan di kawasan hutan Selorejo. Bambang menyebut api mulai menjalar ke kawasan hutan yang berada di wilayah Desa Kucur, Kecamatan Dau, dan wilayah Wagir, Kabupaten Malang.
“Masih. Api mulai kemarin menjalar masuk hutan wilayah Desa Kucur dan Wagir,” ungkapnya.
Situasi tersebut membuat masyarakat Selorejo terus melakukan pemantauan dan upaya pencegahan secara mandiri. Mobilisasi warga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta titik-titik api yang sulit dijangkau.
Bambang juga menyoroti perlunya penanganan yang lebih cepat dan terkoordinasi dari pemerintah daerah. Ia menilai respons pemerintah daerah dalam menangani kebakaran hutan masih terkesan lamban.
Menurut Bambang, dalam kondisi di lapangan, justru unsur BPBD Kota Batu bersama para relawan yang dinilainya cukup banyak bergerak membantu proses penanganan kebakaran.
“Pemerintah daerah terkesan lamban untuk penanganan. BPBD Batu dan relawan yang banyak bergerak,” ujarnya.
Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam penanganan kebakaran merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan lingkungan dan wilayah desa. Namun, kondisi medan yang berat serta kebakaran yang belum sepenuhnya terkendali membuat penanganan membutuhkan dukungan lintas pihak.
Dengan kembali dikerahkannya 75 personel masyarakat, LPHD dan LANDAK, Pemerintah Desa Selorejo berharap upaya pembersihan jalur dan pengendalian api dapat mencegah kebakaran semakin meluas.
Pemantauan terhadap perkembangan api pun terus dilakukan, terutama pada kawasan yang berbatasan dengan wilayah desa lain. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran telah berlangsung selama lebih dari dua pekan sejak titik awal dilaporkan pada 1 September 2026.











