SIAK, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Siak belum mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau.
Keputusan tersebut berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipasang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak di empat kecamatan, yakni Siak, Bungaraya, Tualang, dan Kandis. Hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara masih berada pada kategori sedang.
Berdasarkan laporan rata-rata mingguan, kualitas udara di Kabupaten Siak berada pada kategori sedang, dengan rentang nilai 0–50 kategori baik, 51–100 kategori sedang, dan 101–200 kategori tidak sehat.
“Artinya, untuk saat ini, kualitas udara kita masih aman di bawah 100 atau 90-95 (sedang). Jika di atas 100 sampai 200 ini sudah tidak sehat,” ujar Kepala DLH Siak Amin Soimin dalam rapat koordinasi (rakor) karhutla melalui Zoom Meeting, Selasa (25/8/2026).
Amin mengatakan kualitas udara sempat mencapai angka 100 pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB atau masuk kategori tidak sehat. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan kembali berada pada kategori sedang.
Bupati Siak Afni Zulkifli meminta DLH melaporkan pembaruan rekaman ISPU secara berkala sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan terkait kegiatan belajar mengajar.
“Saya minta Kadis DLH melaporkan ISPU secara berkala, karena ini menjadi acuan kita dalam mengambil kebijakan ke depan,” kata Afni.Meski belum menetapkan kebijakan meliburkan sekolah, Afni memerintahkan Dinas Pendidikan terus memantau kondisi peserta didik dan meminta laporan dari setiap sekolah terkait kesehatan anak-anak.
Selain itu, Dinas Kesehatan diminta memantau kondisi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan dan melaporkannya kepada kepala daerah.”Dinas kesehatan pantau terus kondisi kesehatan masyarakat dan laporkan. Ini belum puncak bencana ya, kita tidak mau bencana ini terulang seperti tahun 2015,” kata Afni.
Di sisi lain, meski Kabupaten Siak masih nihil titik api, kondisi lahan gambut yang semakin kering akibat cuaca menjadi perhatian serius. Satgas Karhutla diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas.











