Menkomdigi: Digitalisasi Pastikan Program MBG Tepat Sasaran dan Efisien

NASIONAL, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sistem digital untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran, distribusi lebih efisien, dan pelaksanaan program transparan dari hulu ke hilir.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan digitalisasi menjadi kunci dalam mengawal seluruh rantai program, mulai dari produksi hingga penyaluran kepada penerima manfaat.

“Setiap tahapan program dapat dipantau secara transparan dan terukur. Ini penting agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Meutya saat kunjungan kerja di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4).

Bacaan Lainnya

Melalui sistem terintegrasi, pemerintah dapat memantau ketersediaan bahan pangan, menjaga kualitas produk, hingga memastikan distribusi berjalan tepat waktu. Pengawasan berbasis data juga memungkinkan pemantauan secara real time, sehingga potensi penyimpangan distribusi dapat ditekan.

Pendekatan ini sekaligus meningkatkan efisiensi logistik. Data yang terkumpul menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat, sekaligus memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program di lapangan.

Tak hanya soal distribusi, digitalisasi juga membuka dampak ekonomi yang lebih luas. Rantai pasok yang tertata memberikan peluang pasar bagi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal. Produksi pangan dalam negeri pun dapat terserap secara berkelanjutan, mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Meutya menekankan, teknologi yang digunakan harus bersifat tepat guna dan sesuai kebutuhan di lapangan. “Digitalisasi tidak boleh menjadi beban baru, tetapi harus menjadi alat yang mempermudah dan meningkatkan produktivitas,” katanya.

Selain itu, aspek keberlanjutan menjadi perhatian penting dalam implementasi program. Pengelolaan yang baik, mulai dari pengendalian kualitas, optimalisasi rantai pasok, hingga pemanfaatan limbah produksi, dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan bergizi secara konsisten sekaligus meminimalkan pemborosan.

Dalam konteks yang lebih luas, MBG diposisikan sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. Pemerintah mendorong peran aktif petani dan peternak sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah tantangan global.

Evaluasi program dilakukan secara berkala berbasis data lapangan. Masukan dari daerah akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan agar program tetap adaptif dan responsif.

“Praktik yang terbukti efektif akan diperluas, sementara yang perlu diperbaiki akan terus disempurnakan. Ini komitmen kami agar program berjalan optimal,” tutup Meutya.

Pos terkait