BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – PPP Bojonegoro memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting, menyiapkan regenerasi kader muda, dan membidik peningkatan perolehan suara pada pemilu mendatang. Tiga agenda tersebut menjadi fokus Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PPP Bojonegoro.
Kegiatan yang dirangkai dengan pendidikan politik itu digelar di Kantor DPC PPP Bojonegoro, Minggu (25/10/2026). Konsolidasi diarahkan untuk memperkuat kepengurusan di 28 kecamatan sekaligus memperluas basis dukungan partai.
Ketua DPC PPP Bojonegoro, Ainu Anggara, menegaskan bahwa penguatan struktur organisasi harus dituntaskan sebelum partai menjalankan program secara lebih luas.
“DPC, PAC sampai ranting kita kuatkan dulu. Setelah itu melaksanakan program-program yang akan dibuat PAC dan ranting,” ujar Ainu.
Menurutnya, struktur yang solid menjadi modal penting untuk menggerakkan kader dan menjalankan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, konsolidasi diharapkan tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan, tetapi berlanjut pada kerja nyata hingga tingkat akar rumput.
Selain pembenahan internal, PPP Bojonegoro mulai menyiapkan strategi untuk menjangkau generasi Z dan milenial. Salah satu rencana yang disiapkan ialah menggelar festival band atau kegiatan kreatif lainnya pada 2027.
“Kita coba lebih fleksibel, lebih terbuka. Kita juga terbuka untuk semua golongan, Gen Z, milenial dan lain sebagainya,” katanya.
Pendekatan tersebut menjadi upaya memperluas jangkauan partai melalui kegiatan yang dekat dengan minat generasi muda. Pemanfaatan media sosial juga didorong untuk memperkenalkan aktivitas dan program partai kepada masyarakat.
Wakil Ketua DPW PPP Jawa Timur, Mukaffi, menekankan pentingnya kelengkapan struktur organisasi sebagai fondasi pengembangan partai. Ia mendorong kader lebih aktif memublikasikan kegiatan melalui media sosial agar komunikasi partai dengan masyarakat semakin luas.
Mukaffi juga mendorong pengembangan gerakan PPP Muda bagi kader berusia maksimal 35 tahun. Gerakan ini diharapkan menjadi ruang regenerasi sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi anak muda untuk terlibat dalam aktivitas politik.
Dari sisi elektoral, PPP Bojonegoro menargetkan peningkatan perolehan suara dengan sasaran awal menambah satu fraksi di DPRD. Target tersebut membutuhkan penguatan organisasi, peningkatan aktivitas kader, dan pendekatan yang lebih luas kepada masyarakat.
Ainu turut menyoroti wacana parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 5 persen. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikaji karena berpotensi membuat suara pemilih dari partai yang tidak memenuhi ambang batas tidak terwakili di parlemen.
“Kalau parliamentary threshold itu diterapkan, pasti ada banyak suara yang tidak terwakili,” tegasnya.
Melalui Musancab, PPP Bojonegoro berupaya menyatukan langkah organisasi, memperkuat kaderisasi, dan menyiapkan strategi elektoral yang lebih terarah. Konsolidasi hingga tingkat ranting diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing partai dan memperbesar dukungan masyarakat pada pemilu mendatang.











