Pelantikan DPD IKADIN Jatim dan 18 DPC se-Jatim, Semangat Fiat Justitia Ruat Caelum Menggema

Prosesi pelantikan DPD IKADIN Jatim oleh DPP IKADIN. Foto (Kim/suarapancasila.id)

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Jawa Timur dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IKADIN se-Jawa Timur periode 2026-2030, berlangsung khidmat di lobi lantai 2 Hotel Atria Malang, Jumat (15/05/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPD IKADIN Jawa Timur dengan Universitas Negeri Malang sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara organisasi advokat dengan dunia akademik. Kerja sama serupa juga direncanakan akan diperluas ke berbagai fakultas hukum universitas lainnya di Jawa Timur.

Ketua DPD IKADIN Jawa Timur terpilih, Leo A. Permana, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan hasil dari proses panjang sejak Maret 2025 lalu.

Bacaan Lainnya

“Penantian selama satu tahun ini bukan tanpa alasan. Banyak dinamika dalam penyusunan kepengurusan, termasuk banyaknya aspirasi dari rekan-rekan advokat yang ingin bergabung. Ini justru menjadi dinamika positif dalam organisasi profesi yang tidak mencari keuntungan materi,” ujarnya.

Leo terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) IKADIN Jawa Timur yang digelar di Hotel Savana, Kota Malang, dengan dukungan perwakilan dari 16 DPC yang hadir saat itu. Kini, hingga pelantikan berlangsung, jumlah kepengurusan telah berkembang menjadi 18 DPC IKADIN yang tersebar di seluruh Jawa Timur.

Menurutnya, amanah memimpin IKADIN bukanlah tugas ringan, sebab organisasi tersebut memiliki sejarah besar yang dibangun oleh para tokoh hukum nasional seperti almarhum Adnan Buyung Nasution, Haryono Citosubono, Maruli Simorangkir, hingga Yap Thiam Hien.

“Menjadi Ketua IKADIN berarti menjaga marwah organisasi besar yang pernah dibesarkan para legenda hukum Indonesia. Ini adalah tanggung jawab moral yang besar,” tegasnya.

Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Dr. Hartono, salah satu tokoh pendiri IKADIN yang sangat dihormati. Bahkan, pelaksanaan Musda dan pelantikan sengaja dipusatkan di Kota Malang sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau.

Meski secara aturan AD/ART sekretariat DPD IKADIN harus berada di ibu kota provinsi, yakni Surabaya, pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Malang untuk mengenang kontribusi besar almarhum Dr. Hartono yang telah mendapat penghargaan dari DPP IKADIN sebagai “Bapak IKADIN Advokat Indonesia”, bersama senior lainnya.

Dalam sambutannya, Leo juga menegaskan moto besar IKADIN yakni Fiat Justitia Ruat Caelum yang berarti “tegakkan keadilan walaupun langit runtuh”.

“Jangan takut kita tidak mendapatkan keuntungan materi karena melawan penguasa ketika memang penguasa itu melakukan ketidakadilan. Kita bukan mencari-cari perkara untuk mendapatkan fulus, tetapi kita harus menjadi social control,” tegasnya.

Ia menambahkan, advokat sebagai profesi terhormat (officium nobile) wajib menjalankan amanah sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum serta Undang-Undang Advokat, termasuk memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma (pro bono) kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Advokat tidak dibayar negara, justru itu kekuatannya. Kita harus hadir untuk wong cilik, menjadi kontrol sosial, dan berani menyuarakan ketidakadilan,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong seluruh anggota untuk membangun sinergi dengan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, serta pemerintah daerah, sembari tetap menjaga independensi profesi dan integritas organisasi.

Sebagai penutup, Leo mengingatkan seluruh pengurus agar menjadikan kode etik sebagai napas dalam menjalankan profesi advokat.

Prosesi pelantikan 18 DPC IKADIN se-Jatim oleh Ketua DPD IKADIN Jatim, Leo A Permana, S.H., M.Hum. Foto (Kim/Suarapancasila.id)

“Hiasi langkah pertanggungjawaban itu dengan semangat nilai organisasi, integritas, profesionalitas, dan jadikan kode etik bukan hanya rangkaian kata-kata,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengapresiasi terjalinnya kerja sama antara IKADIN dengan Universitas Negeri Malang.

Menurutnya, sinergi antara organisasi profesi hukum, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi elemen penting dalam menjaga supremasi hukum di Indonesia.

MoU antara DPD IKADIN Jatim dengan Universitas Negeri Malang. Foto (Kim/suarapancasila.id)

“Implementasi MoU ini sangat dibutuhkan agar advokat dari IKADIN bisa berperan lebih baik lagi, menyuarakan keadilan, menjaga supremasi hukum, dan melindungi kelompok rentan agar memperoleh hukum yang seadil-adilnya,” ujar Adhy.

Ia berharap IKADIN terus menjaga marwah organisasi sebagai lembaga advokat yang melegenda dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat maupun pemerintah, terutama dalam memperkuat keadilan sosial, profesionalisme advokat, serta penegakan hukum yang konsisten.

Prosesi pelantikan 18 DPC IKADIN se-Jatim oleh Ketua DPD IKADIN Jatim, Leo A Permana, S.H., M.Hum. Foto (Kim/Suarapancasila.id)

Acara pelantikan ini turut dihadiri perwakilan Dewan Pengawas, Pembina, dan Pengurus DPP IKADIN, DPD IKADIN se-Jawa Timur, Sekda Provinsi Jawa Timur, unsur Perwakilan Forkopimda Malang Raya, organisasi profesi advokat, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga berbagai tamu undangan lainnya.

Dengan semangat seruan khas organisasi, acara pun ditutup dengan pekikan bersama: “IKADIN!” yang langsung dijawab seluruh peserta dengan lantang, “JAYA, JAYA, JAYA!”.

 

REPORTER : DONI KURNIAWAN

EDITOR : DENNY W

Pos terkait