Pemkab Tanah Laut Matangkan Kafilah MTQ 2026 Lewat Pemusatan Latihan

Pelaihari(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID — Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mulai memanaskan mesin persiapan menuju ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), pemusatan latihan (Training Center/TC) resmi dibuka di Aula BKPSDM Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (18/04/2026).

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ismail Fahmi selaku Ketua Umum LPTQ Kabupaten Tanah Laut, mewakili Rahmat Trianto. Momentum ini menandai dimulainya proses pembinaan intensif bagi para peserta yang akan membawa nama daerah di tingkat provinsi.

Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Tanah Laut, Ikhwansyah, disebutkan bahwa pemusatan latihan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mempersiapkan kafilah menghadapi MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 26 Juni 2026 di Kabupaten Barito Kuala.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 63 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini, mewakili 13 cabang lomba inti dan 3 cabang eksebisi. Mereka akan mendapatkan pembinaan dari 16 pelatih yang berasal dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Selama 14 hari, dalam dua tahap pelaksanaan, para peserta ditempa tidak hanya dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental, fisik, dan spiritual, dengan pusat kegiatan di Asrama Balai Diklat BKPSDM Kabupaten Tanah Laut.

Dalam sambutan Bupati Tanah Laut yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, ditegaskan bahwa pemusatan latihan merupakan tahapan penting dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan kafilah. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, MTQ dimaknai sebagai ruang pembinaan karakter dan spiritualitas generasi muda.

“Disampaikannya bahwa MTQ tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi, melainkan juga sebagai sarana pembinaan generasi Qur’ani serta upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Sehubungan dengan hal tersebut, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan pemusatan latihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas diri.”

Penekanan tidak berhenti pada aspek teknis. Peserta juga diingatkan untuk menjaga kesehatan, memperhatikan asupan gizi, serta mengelola kondisi mental dalam menghadapi rangkaian persiapan yang padat. Sebab, keberhasilan di arena MTQ, tidak semata ditentukan oleh kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.

“Selain itu, peserta juga diingatkan untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan, memperhatikan asupan gizi, serta mengelola kondisi mental dengan baik dalam menghadapi rangkaian persiapan menuju pelaksanaan MTQ tingkat provinsi. Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan dalam MTQ tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, namun juga oleh kesiapan mental, keikhlasan, serta doa.”

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, dalam kesempatan tersebut, juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembinaan Tilawatil Qur’an sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak Qur’ani.

Mengakhiri rangkaian kegiatan, Sekretaris Daerah Ismail Fahmi secara resmi membuka pemusatan latihan kafilah MTQ Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026—sebuah langkah awal menuju panggung kompetisi, sekaligus perjalanan panjang membangun generasi yang tidak hanya cakap, tetapi juga berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)

Pos terkait