Pemko Sawahlunto Matangkan SISSCa 2026: Tambah Kategori Peserta dan Fasilitas Penunjang

SAWAHLUNTO (SUMBAR) SUARA PANCASILA .ID– Pemerintah Kota Sawahlunto mematangkan persiapan penyelenggaraan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCa) 2026,yang akan berlangsung dari 4 –7 September .Tahun ini konsep acara disempurnakan pada tiga aspek utama: kategori peserta, layanan penunjang kegiatan, dan dampak ekonomi.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers di Rumah Dinas Wali Kota pada Selasa 1 September 2026. Keterangan pers ini turut dihadiri kepala OPD terkait di lingkungan Pemko Sawahlunto.

Dalam keterangannya, Wali Kota menyampaikan untuk pertama kalinya peserta SISSCa dibagi menjadi tiga kategori yaitu umum, perangkat daerah atau OPD, dan desa/kelurahan.

Bacaan Lainnya

Sampai saat ini sudah 72 peserta yang mendaftar.

“Dengan pembagian kategori ini kompetisi jadi lebih proporsional. Kami ingin memberi ruang lebih luas bagi masyarakat dan pemerintahan di Sawahlunto untuk menampilkan kreativitas berbasis Songket Silungkang,” kata Riyanda.

Perkuat Layanan Penunjang Kegiatan

SISSCa 2026 akan berlangsung selama tiga hari. Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengunjung, Pemko memperkuat sejumlah layanan penunjang.

Layanan yang disiapkan meliputi:

1. Area parkir yang diperluas di titik-titik strategis sekitar lokasi acara

2. Toilet portabel yang ditempatkan di beberapa titik untuk memudahkan pengunjung

3. Pos kesehatan dan ambulans siaga untuk antisipasi keadaan darurat

4. Petugas keamanan dan kebersihan yang disiagakan selama kegiatan

5. Area khusus UMKM di sekitar lokasi agar pelaku usaha kuliner, kerajinan, dan produk lokal dapat berjualan langsung

“Kami ingin pengunjung nyaman datang, dan pelaku usaha juga bisa langsung merasakan manfaat ekonomi dari keramaian SISSCa,” ujar Riyanda.

Menurut Wali Kota, dampak SISSCa tidak hanya untuk pelaku ekonomi kreatif Songket Silungkang. Sektor kuliner, homestay, perdagangan, transportasi, dan jasa lainnya juga diproyeksi ikut tumbuh.

“Dengan durasi 3 hari dan peningkatan kunjungan, ini peluang besar untuk memperbesar transaksi dan perputaran ekonomi lokal,” jelasnya.

Riyanda menegaskan, Pemko akan terus mengevaluasi SISSCa setiap tahun agar kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi instrumen promosi daerah dan penggerak ekonomi masyarakat.

“Melalui peningkatan partisipasi, kualitas layanan, dan aktivitas usaha lokal, kami ingin SISSCa memberi nilai tambah nyata bagi warga,” tutupnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait