KOTA MALANG (JATIM),SUARAPANCASILA,ID-Muhammad Anas Muttaqin resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang periode 2026–2030. Mengemban amanah baru tersebut, Anas menargetkan kebangkitan prestasi tinju Kota Malang melalui pembinaan atlet yang terarah, penguatan klub, peningkatan kualitas pelatih, serta regenerasi petinju sejak usia dini.
Anas mengatakan, kepemimpinan Pertina selama empat tahun ke depan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga membangun ekosistem tinju yang solid dan berkelanjutan.
“Ini bukan hanya amanah untuk saya, tetapi tanggung jawab kita bersama. Bersama kita bangun prestasi, sportivitas, dan masa depan tinju Kota Malang yang lebih gemilang. Kami ingin mengembalikan Kota Malang sebagai salah satu barometer tinju nasional,” ujar Anas, Sabtu, (15/08/2026)
Menurutnya, Kota Malang memiliki sejarah panjang dalam melahirkan atlet-atlet tinju berkualitas. Potensi tersebut, kata Anas, perlu kembali diperkuat melalui program pembinaan yang terukur dan kompetisi yang berkesinambungan.
Target Pertina Kota Malang tidak berhenti pada prestasi tingkat daerah. Anas ingin pembinaan mampu menghasilkan petinju yang dapat bersaing di tingkat nasional.
“Kota Malang punya tradisi dan sejarah panjang dalam melahirkan petinju-petinju berkualitas. Potensi itu harus kita bangkitkan kembali. Target kami bukan hanya mencetak juara di tingkat daerah, tetapi juga melahirkan atlet yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Anas menekankan pentingnya sinergi antara pengurus, atlet, pelatih, klub, pemerintah, KONI, orang tua, dan masyarakat. Menurut dia, kemajuan tinju tidak dapat dibangun hanya oleh organisasi, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga akan mendorong Pertina menjadi wadah bersama bagi atlet, pelatih, dan klub untuk menyusun pola pembinaan yang lebih terarah.
Selain mengejar prestasi, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam program kepemimpinannya. Disiplin, mental bertanding, kerja keras, keberanian, dan sportivitas dinilai harus berjalan beriringan dengan kemampuan teknis atlet.
“Tinju bukan hanya tentang menang dan kalah. Ada disiplin, keberanian, kerja keras, dan sportivitas yang harus ditanamkan kepada setiap atlet. Kita ingin melahirkan juara yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter yang baik,” tuturnya.
Regenerasi atlet juga menjadi salah satu fokus utama periode 2026–2030. Pertina Kota Malang akan memberikan perhatian terhadap pencarian dan pembinaan bibit-bibit muda dari berbagai klub maupun lingkungan masyarakat.
“Regenerasi menjadi perhatian utama. Jangan sampai kita hanya mengandalkan atlet yang sudah ada. Kita harus mencari dan membina bibit-bibit baru dari berbagai klub dan lingkungan di Kota Malang,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, Anas berharap empat tahun ke depan menjadi momentum untuk membangun sistem pembinaan tinju yang lebih kuat sekaligus meningkatkan prestasi Kota Malang di berbagai ajang kejuaraan.
“Empat tahun ke depan harus menjadi momentum kebangkitan tinju Kota Malang. Kami ingin prestasi kembali meningkat dan Kota Malang dikenal sebagai salah satu barometer tinju nasional. Tentu ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja bersama seluruh insan tinju,” pungkasnya.











