REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Timbul Rejo, Kecamatan Curup, dan Desa Tebat Tenong Dalam, Kecamatan Bermani Ulu.
Musibah tersebut tidak hanya mengakibatkan kerugian harta benda, tetapi juga menimbulkan korban jiwa. Kebakaran di Gang Rukun RT 06 RW 03, Kelurahan Timbul Rejo, terjadi pada Jumat (30/10/2026) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Rumah milik pasangan Mashuri (60) dan Juarni (60) mengalami kebakaran. Dalam peristiwa tersebut, seorang anak berusia 13 bulan bernama Sacuila Attaya Mecca meninggal dunia.
Sebagai bentuk kepedulian dan empati, Plt. Bupati Hendri melayat ke rumah keluarga korban sekitar pukul 09.30 WIB. Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang menghadapi cobaan berat.
“Kami turut berduka atas musibah yang dialami keluarga Pak Mashuri dan Ibu Juarni. Semoga Bapak dan Ibu dapat berbesar hati menerima cobaan dari Allah SWT,” ungkap Hendri.
Dalam kunjungan tersebut, Hendri didampingi Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliansyah Yayan; Asisten I Setdakab, Bobby Harpa Santana, S.STP., M.Si.; Kepala Dinas Sosial, Dr. Hambali; Kepala BPBD, M. Budiyanto, ST., MT.; serta Ketua Baznas Rejang Lebong, H. Supani.
Selain menyampaikan belasungkawa, Hendri juga menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan langkah tanggap darurat bencana. Instruksi tersebut ditujukan agar penanganan terhadap warga terdampak kebakaran di Timbul Rejo dan Tebat Tenong Dalam dapat dilakukan dengan cepat, termasuk penyaluran bantuan guna meringankan beban keluarga korban.
Bantuan untuk keluarga korban kebakaran diserahkan melalui Asisten I Setdakab, Bobby Harpa Santana. BPBD memberikan satu selimut, satu terpal, dan satu paket family kit. Dinas Sosial turut menyalurkan satu kasur dan satu paket family kit.
Sementara itu, Baznas Rejang Lebong memberikan bantuan sebesar Rp6 juta kepada keluarga korban dan Rp500 ribu kepada tetangga yang rumahnya turut terdampak kebakaran.
Bobby menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.
“Bantuan ini merupakan kepedulian kita untuk membantu sedikit meringankan beban Bapak yang mengalami musibah ini. Semoga Bapak tetap kuat menerima cobaan ini,” tutur Bobby.
Berdasarkan keterangan keluarga, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Selain rumah, sejumlah barang milik keluarga juga mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. Total kerugian masih dalam proses pendataan.
Di sisi lain, Hendri mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman serta lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik maupun sumber api.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) apabila terjadi kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan risiko meluasnya api dapat diminimalkan.
“Jangan menunggu api membesar. Jika terjadi kebakaran, segera hubungi petugas Damkar agar bisa segera ditangani. Kewaspadaan dan kecepatan dalam melaporkan kejadian sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih besar,” imbaunya.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta seluruh warga yang terdampak musibah kebakaran. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan warga terdampak diberi kekuatan untuk bangkit kembali.











