PSTI Kota Malang Bawa Pulang Juara 1 SD dan Juara 3 SMP di Liga Sepak Takraw Pelajar Jatim

KABUPATEN BLITAR (JATIM),SUARAPANCASIlA,ID-Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur sukses menggelar Liga Sepak Takraw Pelajar Jawa Timur Bakorwil III Malang di Aula SMAN 1 Srengat, Kabupaten Blitar, pada 22–23 Agustus 2026.  Kejuaraan yang mengusung tagline “Arah Baru Sepak Takraw Jawa Timur” tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet muda potensial dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs.

Kompetisi ini diikuti sembilan kontingen dari berbagai daerah di Jawa Timur, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar.

Salah satu kontingen yang mencatatkan prestasi membanggakan adalah PSTI Kota Malang. Mengirimkan satu regu tingkat SD dan satu regu tingkat SMP, tim Kota Malang berhasil membawa pulang Juara 1 tingkat SD serta Juara 3 tingkat SMP.

Bacaan Lainnya

Ketua Harian PSTI Kota Malang, Sabarudin Baso, SH, melalui Sekretaris PSTI Kota Malang Sunarto Abbas, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Dalam turnamen Liga Sepak Takraw Pelajar SD/MI dan SMP/MTs Bakorwil III Malang di Kabupaten Blitar, tim PSTI Kota Malang diberangkatkan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kami mengirimkan satu regu SD dan satu regu SMP,” ujar Sunarto kepada Suarapancasila.id,Senin (24/08/2026) pagi.

Ia menjelaskan, perjuangan tim Kota Malang membuahkan hasil maksimal. Regu SD berhasil menjadi juara setelah memenangkan pertandingan final menghadapi regu SD Kota Pasuruan. Sementara regu SMP meraih posisi ketiga setelah mengalahkan tim dari Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari program latihan intensif yang selama ini dijalankan di bawah arahan Coach Budi Irawan. Pusat latihan tim berada di SD Negeri Mulyorejo 3, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

“Prestasi ini bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi merupakan indikator bahwa proses pembinaan atlet usia dini di Kota Malang mulai menunjukkan arah yang positif. Pembinaan harus dilakukan secara sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek teknik, fisik, mental, disiplin, serta karakter atlet,” terang Sunarto.

Ia menambahkan, sepak takraw pelajar memiliki posisi strategis sebagai fondasi regenerasi atlet. Karena itu, pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada kemenangan dalam satu kompetisi, tetapi harus diarahkan untuk membangun ekosistem olahraga yang mampu melahirkan atlet berprestasi secara konsisten.

“Anak-anak harus diberikan ruang untuk bertanding, mengevaluasi kemampuan, belajar dari kekalahan, sekaligus membangun mental juara. Dengan pola pembinaan yang terukur dan dukungan berbagai pihak, kami optimistis akan muncul generasi baru atlet sepak takraw Kota Malang yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” imbuhnya.

Capaian di Kabupaten Blitar menjadi modal penting bagi PSTI Kota Malang dalam menyiapkan regenerasi atlet menghadapi agenda olahraga yang lebih besar.

Sunarto mengatakan, pada Porprov Jawa Timur 2025, Kota Malang berhasil meraih medali emas. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi PSTI Kota Malang untuk kembali mempersiapkan atlet terbaik menghadapi Porprov Jawa Timur 2027.

“Ke depan kami akan melakukan persiapan menghadapi pra-Puslatkot sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2027. Selain itu, insyaallah pada November atau Desember 2026 kami juga akan mempersiapkan atlet untuk mengikuti Kejurda, yang rencananya berlangsung di Ngawi atau Surabaya,” katanya.

Ia menegaskan, regenerasi menjadi salah satu fokus utama PSTI Kota Malang. Para atlet muda yang tampil dalam kompetisi pelajar diharapkan tidak berhenti pada level pelajar, tetapi dapat terus berkembang hingga masuk dalam jenjang pembinaan prestasi daerah.

“Prinsipnya adalah memberikan kesinambungan dari atlet usia dini menuju atlet prestasi. Karena itu, setiap kompetisi harus menjadi bagian dari proses pendidikan olahraga. Kami ingin atlet muda tidak hanya memiliki kemampuan bermain sepak takraw, tetapi juga memiliki karakter, sportivitas, tanggung jawab, dan mental kompetitif,” tegas Sunarto.

Saat ini, PSTI Kota Malang berada di bawah kepemimpinan Ketua Harian Sabarudin Baso, SH, dengan Sunarto Abbas sebagai sekretaris. Keduanya mendorong penguatan pembinaan atlet muda melalui kompetisi dan latihan terstruktur.

Sementara itu, Ketua Umum PSTI Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., sebelumnya menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. Melalui slogan “Junjung Tinggi Sportivitas! Takraw Keren, Pelajar Juara!”, liga pelajar tersebut diharapkan menjadi wadah pembibitan atlet sepak takraw berbakat untuk dipersiapkan menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Dengan raihan satu gelar juara dan satu posisi ketiga di Kabupaten Blitar, PSTI Kota Malang menunjukkan bahwa pembinaan sepak takraw di tingkat pelajar terus bergerak. Prestasi tersebut sekaligus menjadi pijakan menuju “Arah Baru Sepak Takraw Kota Malang” dengan fokus pada regenerasi, pembinaan berkelanjutan, dan pencapaian prestasi di level yang lebih tinggi.

suarapancasilaid'

Pos terkait