Ribuan Warga Padati Lapangan Ombilin, SISSCa 2026 Resmi Ditutup 

SAWAHLUNTO (SUMBAR ) SUARA PANCASILA.ID-Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCa) 2026 resmi ditutup. Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menutup rangkaian event budaya bertaraf nasional tersebut di Lapangan Ombilin, Minggu malam 6 September 2026, yang diakhiri dengan penyerahan penghargaan dan konser artis

Malam penutupan menjadi puncak dari rangkaian kegiatan selama beberapa hari. Sebelumnya, jalan protokol Kota Sawahlunto sempat “lumpuh cantik” karena dilintasi Pawai Akbar Karnaval SISSCa 2026. Ribuan peserta dari unsur OPD, umum, hingga desa dan kelurahan bergerak dari Simpang Lapangan Segiiga menuju Lapangan Ombilin.

Balutan songket Silungkang yang berkilau, kereta hias megah, hingga koreografi kolosal berhasil memukau ribuan masyarakat yang memadati bahu jalan untuk menyaksikan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya malam penutupan,Wali Kota Riyanda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat menyukseskan SISSCa 2026. Ia menegaskan, event ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat.

“SISSCa bukan sekadar pesta budaya. Ini adalah ruang kita bersama untuk melestarikan dan mempromosikan Songket Silungkang ke kancah nasional. Sekaligus membuka keran ekonomi seluas-luasnya bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif,” ujar Riyanda.

Tahun ini Pemko Sawahlunto memperluas kategori penilaian karnaval. Jika sebelumnya hanya 2 kategori, kini dibagi menjadi 3 kategori utama, yakni OPD/Instansi, Umum, dan Desa/Kelurahan, ditambah 3 apresiasi khusus. Perluasan ini bertujuan memberi ruang keterlibatan lebih luas dan memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap warisan budaya.

Dampak ekonomi dari SISSCa 2026 juga nyata. Selama pelaksanaan kegiatan, pusat kota hingga Lapangan Ombilin dipadati pengunjung. Hotel-hotel penuh, UMKM kuliner laris manis, dan para penenun songket Silungkang kebanjiran pesanan.

“Ini semangat ‘hidup dan menghidupi’ yang kita bangun. Budaya kita hidup, ekonomi masyarakat pun ikut bergerak dan naik kelas,” tegasnya.

Rangkaian penutupan diakhiri dengan penyerahan trofi dan uang pembinaan kepada para juara karnaval. Kemeriahan dilanjutkan dengan konser musik yang menghadirkan artis ibu kota dan membuat Lapangan Ombilin bergemuruh hingga larut malam.

suarapancasilaid'

Pos terkait