Rutan Sawahlunto Deklarasikan Zero Halinar, Karutan Mustofa: Ikrar Ini Janji ke Tuhan dan Negara 

SAWAHLUNTO (SUMBAR )SUARA PWNCASILA .ID– Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sawahlunto menggelar apel deklarasi ikrar Zero Halinar pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di Aula Muhammad Hatta, diikuti seluruh pegawai dan warga binaan pemasyarakatan.

Apel dipimpin langsung Kepala Rutan Sawahlunto, Mustofa. Deklarasi ini merupakan bagian dari program nasional pemasyarakatan untuk menciptakan lingkungan rutan dan lapas yang bersih dari tiga hal terlarang: handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba, yang disingkat Zero Halinar.

Apel deklarasi berjalan khidmat. Mustofa membacakan naskah ikrar Zero Halinar yang diikuti serentak oleh seluruh peserta, baik petugas maupun warga binaan. Pembacaan ikrar menjadi simbol komitmen bersama seluruh elemen di Rutan Sawahlunto.

Bacaan Lainnya

Setelah ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen Zero Halinar. Mustofa bersama para pejabat struktural membubuhkan tanda tangan pada dokumen komitmen. Penandatanganan ini disebut sebagai bentuk penguatan dan pengingat bagi jajaran struktural dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan sehari-hari.

Dalam amanatnya yang disampaikan seusai penandatanganan, Mustofa menekankan makna ikrar yang baru saja diucapkan bersama. “Ikrar yang diucapkan bukan hanya sekadar rangkaian kata-kata semata,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Ia menegaskan ikrar tersebut mengikat secara moral dan kedinasan. “Ikrar tersebut merupakan janji kepada diri sendiri, kepada institusi, kepada bangsa dan negara, serta kepada Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.”

Mustofa meminta seluruh pegawai meningkatkan integritas dan pengawasan melekat. Menurutnya, pemberantasan handphone ilegal, pungli, dan narkoba tidak bisa hanya dilakukan pimpinan. “Perlu sinergi seluruh petugas dan dukungan warga binaan. Semangat Zero Halinar harus menjadi budaya kerja yang terus dijaga,” katanya.

Rutan Sawahlunto mencatat seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib. Pegawai dan warga binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari baris-berbaris, pembacaan ikrar, hingga penandatanganan komitmen.

Zero Halinar menjadi salah satu program prioritas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Tujuannya menciptakan rutan dan lapas yang aman, tertib, serta bebas dari praktik yang merusak sistem pembinaan. Handphone ilegal dinilai memicu peredaran penipuan dan pengendalian narkoba dari dalam. Pungli merusak kepercayaan publik. Narkoba menghancurkan program pembinaan.

Melalui deklarasi ini, Rutan Kelas IIB Sawahlunto menegaskan kembali komitmennya. Mustofa berharap langkah ini memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan. “Kami ingin mewujudkan pemasyarakatan yang lebih baik, transparan, dan berintegritas,” ucapnya menutup amanat.

Deklarasi Zero Halinar di Rutan Sawahlunto menjadi penegasan bahwa upaya pembersihan dilakukan secara terbuka, melibatkan petugas dan warga binaan, serta diperkuat dengan komitmen tertulis yang dapat dievaluasi.

Pos terkait