BANYUASIN, SUARA PANCASILA.ID – Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) Sungai Saleh – Sungai Sugihan Kabupaten Banyuasin dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN.Eng digelar di Airish Hotel, Selasa (1/9/2026).
Pada sambutannya, Erwin Ibrahim menekankan agar upaya pengelolaan KHG tidak boleh berhenti pada dokumen rencana saja, melainkan harus benar-benar mendorong pengurangan risiko kebakaran secara terukur melalui pengelolaan air gambut, pencegahan, kesiapsiagaan, serta kolaborasi para pihak termasuk masyarakat di tingkat desa.
Erwin menambahkan agar pengelolaan gambut wajib berorientasi pada ketahanan ekologis sekaligus ketahanan kesehatan masyarakat.
Oleh sebab itu, pengelolaan ekosistem gambut tidak dapat dilakukan hanya dengan pendekatan sektoral. Diperlukan perencanaan yang terpadu, berbasis bentang lahan, melibatkan masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan mitra pembangunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin, Dr. dr. Rini Pratiwi, M.Kes., FISQua menyampaikan bahwa kegiatan konsultasi publik hari ini sangat penting.
Beliau juga menyampaikan materi terkait pentingnya menjaga kelestarian dan kealamian ekosistem, serta membangun pemahaman bahwa keberhasilan pengelolaan gambut bukan hanya diukur dari seberapa baik kita menjaga fungsi ekologisnya, tetapi juga dari seberapa jauh pengelolaan tersebut mampu memberikan manfaat.
Dalam hal ini, prinsip yang harus dibangun adalah gambut terlindungi, masyarakat sejahtera, dan pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan secara bersama-sama.
Turut hadir Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KemenLH/BPLH via Zoom, Ir. Edy Nugroho Santoso, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Banyuasin, H. Abdul Munir, ST., M.Si, Mitra Pembangunan ICRAF Indonesia, Anggota Forum Gambut Kabupaten Banyuasin dan Peserta Konsultasi Publik.











