LAHAT, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Lahat memperkuat koordinasi dan sinergi dalam upaya pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal tersebut menjadi topik pembahasan di dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanganan Karhutla bersama Tim Penyuluh Mabes TNI dan Siswa Sesko TNI di Kabupaten Lahat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH, MH, dan berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Selasa (1/9/2026). Sebelum kegiatan dimulai, para peserta mengikuti sarapan pagi bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kol. CPM. M. Faisal Amin Lubis, Kol. Kal. Heri Supriyadi, Kol. Tek. Rahmad Darmawan, Kol. Mar. Wachid Hasbollah, Kol. Mar. Untung Tamanto, Mayor Mar. Didik Sutejo, unsur Forkopimda Kabupaten Lahat, Danyon TP 894, Asisten I, jajaran OPD terkait, Danramil di wilayah Kabupaten Lahat, Kapolsek dalam wilayah Kabupaten Lahat, seluruh camat, UPTD KPH XI Kikim Pasemah, Kepala Manggala Agni, Forum Kades se-Kabupaten Lahat, para kepala desa, pimpinan perusahaan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tim Mabes TNI yang telah hadir di Kabupaten Lahat dalam rangka memperkuat koordinasi pencegahan dan penanganan Karhutla.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Bapak-Bapak Tim dari Mabes TNI yang telah hadir di Kabupaten Lahat dalam rangka Rakor Pencegahan dan Penanganan Karhutla,” ujar Widia Ningsih.
Ia menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pemerintah kecamatan dan desa serta masyarakat. Menurutnya, kepala desa memiliki peran penting sebagai ujung tombak di wilayah masing-masing dalam melakukan pencegahan sejak dini.
“Hari ini kita membahas mengenai Karhutla dan juga melibatkan camat serta kepala desa, karena bupati di desa itu adalah kepala desa. Tentunya harus bekerja sama dengan instansi terkait, BPBD, Pemadam Kebakaran maupun instansi lainnya yang hadir pada hari ini,” jelasnya.
Widia juga menekankan bahwa Karhutla merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama. Bahkan, pemerintah pusat terus memberikan perhatian terhadap persoalan Karhutla di berbagai daerah.
“Karhutla ini menjadi masalah yang serius, bukan masalah yang ringan. Bahkan Bapak Presiden langsung turun ke berbagai wilayah seperti Sumatera Selatan, Kalimantan maupun wilayah lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kol. CPM. M. Faisal Amin Lubis, menyampaikan bahwa Tim Mabes TNI akan terus membangun sinergi dengan seluruh unsur kewilayahan, khususnya Kodim 0405/Lahat dan stakeholder terkait.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat jaringan deteksi dini serta meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Lahat.
“Dalam menjalankan tugasnya, Tim Mabes TNI akan bersinergi dengan unsur kewilayahan, khususnya Kodim 0405/Lahat, serta seluruh stakeholder terkait guna memperkuat jaringan deteksi dini pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Lahat,” sampainya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Tim Penyuluh Mabes TNI terkait pencegahan dan penanganan Karhutla yang disampaikan oleh Kol. Tek. Rahmad Darmawan.
Paparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama para peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman, koordinasi, dan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Lahat.











