KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Malang Raya menggelar agenda Silaturahmi dan Halal Bihalal di Ocean Garden Stasiun, Kota Malang, Minggu (19/04/2026). Momentum pasca-lebaran ini tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, namun bertransformasi menjadi ruang konsolidasi strategis untuk memantapkan langkah partai berlambang matahari tersebut menuju kontestasi politik 2029.
Acara ini dihadiri oleh jajaran elit partai, di antaranya Sekretaris Wilayah (Sekjen) DPW PAN Jawa Timur, Drs. H. Husnul Aqib, M.M., Ketua DPD PAN Kota Malang, H. Eko Hadi Purnomo, S.H., Ketua DPD PAN Kabupaten Malang, H. Makhrus Sholeh, S.H., serta Ketua DPD PAN Kota Batu, H. Rudi. Turut hadir pula deretan tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan jajaran pengurus dari tiga wilayah di Malang Raya.
Dalam orasinya, Sekretaris DPW PAN Jatim, Husnul Aqib, menegaskan bahwa potret PAN saat ini telah mengalami evolusi positif dengan merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk para masyayikh dan alumni pondok pesantren besar di Jawa Timur.
”PAN sekarang dipenuhi oleh para masyayikh dan pemimpin yang berkolaborasi dengan baik. Fenomena hadirnya alumni pesantren dari Madura hingga Pasuruan yang mengisi ruang-ruang politik di PAN adalah sinyal bahwa partai ini dipercaya oleh orang-orang baik,” ujar Husnul Aqib.
Ia meyakini bahwa keterlibatan para tokoh ulama dan intelektual di Malang Raya akan menjadi katalisator bagi PAN untuk mencapai target politik yang signifikan.

“Melihat raut wajah dan semangat kebersamaan hari ini, saya optimistis PAN di Malang Raya akan betul-betul ‘pecah telur’ pada Pemilu 2029 nanti. Cahaya itu akan hadir jika kita menyatukan langkah,” tambahnya.
Husnul juga menekankan pentingnya prinsip Ta’awanu ‘alal birri wat taqwa (tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa) sebagai fondasi gerakan politik di bawah komando Ketua Umum Zulkifli Hasan yang saat ini memberikan perhatian ekstra terhadap basis massa di Jawa Timur.
Senada dengan visi wilayah, Ketua DPD PAN Kota Malang, H. Eko Hadi Purnomo, S.H., memaparkan langkah taktis yang tengah dijalankan. Pihaknya fokus pada penguatan struktur hingga tingkat paling bawah untuk memastikan setiap Daerah Pemilihan (Dapil) memiliki keterwakilan di parlemen.
”Harapan kami di 2029, PAN mampu mengisi kursi di setiap Dapil, baik di tingkat Kota, Kabupaten, Provinsi, maupun RI. Untuk mencapainya, kami membentuk jaringan relawan hingga tingkat RT. Targetnya minimal ada satu relawan PAN di setiap RT,” tegas Eko.

Saat ini, progres pembentukan jaringan tingkat RT di Kota Malang diklaim telah mencapai angka 80%. Terkait penguatan internal, Eko menyebutkan bahwa Musyawarah Cabang (Muscab) untuk menentukan ketua-ketua cabang dijadwalkan akan terlaksana pada akhir April ini.
Salah satu poin krusial yang diangkat dalam pertemuan tersebut adalah posisi PAN sebagai titik temu dan pemersatu antara dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

”PAN hadir sebagai wadah pemersatu. Di Kota Malang, upaya silaturahmi ini telah kami laksanakan secara nyata dengan melakukan sowan ke tokoh-tokoh dari kedua belah pihak. Kami ingin partai ini menjadi rumah besar yang menaungi keberagaman demi kemaslahatan masyarakat luas,” pungkas Eko.
Kegiatan ditutup dengan sesi konsolidasi internal tertutup yang dipimpin langsung oleh pengurus DPW PAN Jatim guna memetakan program kerja jangka pendek dan menengah di wilayah Malang Raya.
REPORTER : DONI KURNIAWAN
EDITOR : DENNY W










