BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni menyoroti kebakaran lahan sekitar 8 hektare di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Ia mendorong pemerintah memperkuat edukasi dan mitigasi agar aktivitas pembakaran tidak kembali memicu kebakaran meluas.
Sri Wahyuni menilai kondisi lahan dan vegetasi yang kering membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. Masyarakat diminta tidak sembarangan membakar sampah, daun kering maupun melakukan pembersihan lahan dengan menggunakan api.
“Kasus kebakaran lahan di Bojonegoro ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Aktivitas membakar daun kering atau membersihkan lahan dengan cara dibakar tanpa pengawasan sangat berbahaya,” ujar Sri Wahyuni, Kamis (24/9/2026).
Legislator dari Dapil Bojonegoro-Tuban itu meminta edukasi pencegahan kebakaran diperkuat sampai tingkat desa. Menurutnya, mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan petugas ketika api sudah membesar, tetapi harus dimulai dari kesadaran masyarakat.
Kebakaran di Kumpulrejo terjadi Senin (21/9/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran daun kering atau sampah yang kemudian merambat ke area lahan.
Petugas Damkarmat, BPBD, Polsek, Satpol PP dan masyarakat berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.55 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Sri Wahyuni mengapresiasi respons cepat petugas di lapangan, namun menekankan pentingnya pencegahan.
“Mitigasi preventif jauh lebih penting. Jangan sampai kelalaian kecil berujung pada kerusakan lingkungan yang lebih luas dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi momentum memperkuat pengawasan, edukasi warga dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran lahan di Bojonegoro.











