REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Tim penyuluh anti korupsi (Paksi) Rafflesia Mekar Bengkulu (RMB) menggelar sosialisasi anti korupsi di Dinas Kominfo Rejang Lebong pukul 08.00 WIB, Kamis, 30 April 2026.
Sosialisasi anti korupsi yang gelar secara lesehan di halaman Kantor Diskominfo itu menampilkan 2 narasumber. Yakni, M Sobri Alfikri dan Istianti Ida Laksana. Serta diikuti Sekretaris Diskominfo, Mei Susanti Harahap, SH, MM. Kabid IKP, Yeyen Apriliani, SE, Kabid Postel, Liza Meirianti, SSTP dan Kabid Statistik dan Persandian, Siman,SH, MH. Plus ASN di Diskominfo.
‘’Paksi RMB merupakan perpanjangan tangan dari KPK-RI. Tugasnya memberikan edukasi melalui penyuluhan membangun ekosistem budaya anti korupsi,’’ jelasIstianti Ida Laksana yang juga menjabat IRBAN III Inspektorat Rejang Lebong.
Di katakan, setiap pejabat dan ASN perlu memahami ap aitu tindak pidana korupsi. Soalnya, ketidak tahuan terhadap tindak pidana korupsi itu maka pejabat akan terjebak dalam praktik lumrah dan biasa. Padahal kebiasaan itu merupakan perbuatan melanggar hukum.
‘’Tindak pidana kurupsi sesuai UU No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 memuat 7 dari 30 delik tindak pidana korupsi. Yakni, kerugian keuangan negara, suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, bentukan kepentingan dalam pengadaan. Serta gratifikasi.
Agar kita tidak terjebak dalam perbuatan korupsi maka kita harus bekerja sesuai dengan aturan dan tidak melakukan delik korupsi. Kalau kita sudah bekerja sesuai aturan maka kita tidak perlu takut terjebak korupsi,’’ tutur Istianti.
Untuk menghindari jebakan korupsi lanjut Istianti, seluruh pejabat dan ASN perlu mengimplementasikan 9 nilai anti korupsi yang tertuang dalam ‘’Jum’at BersepedaKK’’. Yakni, jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil dan kerja keras.
‘’Misalnya, Diskominfo sedang membangun Infrastruktur jaringan raksasa di Rejang Lebong dengan server terbaik, fiber optic tercepat dan bandwidth melimpah. Tapiada 1 virus yang diam-diam membuat seluruh sistem crash seketika. Nama virus itu bukan trojan atau malware. Tapi korupsi. Akibatnya apa yang akan terjadi dengan kualitas jarinan internet itu?’’ujar Istianti lagi.
Inti cerita lanjut Istianti, budi dalam mengelola pengadaan band width dan pemelihara server suatu hari berjumpa dengan vendor yang membisikan sesuatu. ‘’Pak Budi tolong spek routernya diturunkan sedikit saja. Tidak akan nada warga yang tahu bedanya. Nanti selisih harganya kita bagi dua. Amankan. Ini hanya hal kecil,’’ sela Istianti.
Di sini Istianti, integritas Budi diuji. Untuk melawan godaan itu Budi harus mengaktifkan firewell integritas 9 nilai anti korupsi yang tertuang dalam ‘’Jum’atBersepeda KK’’. Yakni, jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil dan kerja keras.
‘’Jujur. Apakah laporan pemasangan titik wifi ini telah sesuai jumlah aslinya, tanggung jawab. Sadar bahwa setiap rupiah APBD merupakan Amanah rakyat.
Berani.Berani berkata tidak pada vendor. Peduli. Jika koneksi internet desa lambat karena speknya diturunkan maka akan melahirkan dampak bagi masyarakat dan bagaimana anak-anak perdesaan yang sedang belajar. Disiplin, taat pada SOP. Adil, memberikan akses informasi. Budi menolak tawaran itu. Sehingga Budi bisa tidur nyenyak setiap malam.
Tapi, jika Budi menerima Tawaran itu, maka jaringan internet akan terdampak dan Budi pun bisa terjerat hukum,’’ demikian Isianti Ida Laksana. Sedangkan Sekretaris Diskominfo, Mei Susanti Harahap, SH, MM menyambut baik sosialisasi anti korupsi yang dilaksanakan Paksi RMB.
‘’Sosialisasi anti korupsi ini sangat penting dan sangat bermanfaat untuk kita. Karena melalui sosialisasi ini kita bisa mendapat pencerahan terkait tindak pidana korupsi. Sehingga, kita tidak akan bekerja dengan baik sesuai aturan dan kita tidak akan terjebak dalam perbuatan korupsi,’’ kata Mei Susanti Harahap.
Sosialisasi anti korupsi yang dilaksanakan Paksi RMB di Diskominfo ini digelar secara sederhana. ‘’Cukup duduk lesehan di halaman dan snack yang dibawa Kawan-kawan ASN maka, sosialisasi bisa berjalan dengan baik. Kawan-kawan dapat menyerap materi yang disampaikan para narasumber,’’ terang Mei Susanti.
Lalu Istianti memberikan contoh dari penjabaran ‘’Jum’at Bersepada KK’’ dalam pelaksanaan salah satu tugas Diskominfo. Di penghujung acara, dibagikan doorprize dengan bingkisan menarik untuk 3 ASN yang berhasil menjawab pertanyaan narasumber terkait materi sosialisasi.










