KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Semangat kolaborasi memadati sudut-sudut Kelurahan Tunjungsekar pagi ini. Mengusung jargon “Tunjungsekar Naik Kelas Tanpa Batas “, kelurahan ini menggelar aksi besar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diselaraskan dengan peringatan HUT Pemerintah Kota Malang ke-112, Sabtu (18/4).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ini merupakan langkah konkret mendukung program unggulan Pemkot Malang, yakni “Ngalam Tahes” (Malang Sehat) dan “Ngalam Resik” (Malang Bersih), guna menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat dan berkelanjutan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme luar biasa dari berbagai elemen masyarakat. Tak kurang dari ratusan peserta yang terdiri dari staf Puskesmas, Forum Kelurahan Siaga, Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana), hingga Kader Lingkungan bahu-membahu dalam giat ini.
Keamanan dan ketertiban pun terjaga berkat kawalan personel Linmas, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas yang terjun langsung membaur bersama Tim Jumat Bersih.
Acara diawali dengan senam pagi bersama untuk membakar semangat dan menjaga kebugaran tubuh. Setelah itu, peserta langsung bergerak melakukan kerja bakti massal membersihkan saluran air, memilah sampah, dan menata estetika lingkungan di wilayah Tunjungsekar.
Lurah Tunjungsekar, Waluyo Safari, SE, MM, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama kemajuan wilayah.
“Kegiatan hari ini adalah manifestasi dari semangat ‘Tunjungsekar Naik Kelas’. Kita ingin menunjukkan bahwa dengan kolaborasi lintas sektor—mulai dari kesehatan hingga keamanan—kita bisa mewujudkan lingkungan yang tidak hanya bersih (Ngalam Resik), tapi juga masyarakat yang kuat secara fisik (Ngalam Tahes),” ujar Waluyo Safari di sela-sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa pemilihan momentum HUT Kota Malang ke-112 menjadi pengingat bagi warga untuk terus berkontribusi bagi kemajuan kota melalui aksi nyata di tingkat kelurahan.
Melalui gerakan ini, Kelurahan Tunjungsekar berkomitmen untuk menjadikan pola hidup sehat dan gotong royong sebagai budaya harian, bukan sekadar kegiatan insidental.
“Kami ingin Tunjungsekar benar-benar ‘melesat’. Bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga kualitas hidup warganya. Ini adalah hadiah kecil dari kami untuk Kota Malang yang kita cintai di usianya yang ke-112,” pungkas Waluyo.
Giat ini diakhiri dengan ramah tamah dan diskusi santai antar kader, memperkuat jejaring komunikasi untuk program-program kemasyarakatan di masa mendatang.
REPORTER : DONI KURNIAWAN
EDITOR. : DENNY W










