KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Semangat kebersamaan mewarnai Turnamen Olahraga Domino (Orado) yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Malang dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026 bertema “Setialah Kepada Sumbermu, Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat” di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Minggu (28/6/2026).
Turnamen yang menggunakan sistem gugur tersebut diikuti 96 peserta atau 48 pasangan. Peserta terdiri atas 64 kader internal PDI Perjuangan dan 32 peserta eksternal dari berbagai klub domino serta masyarakat umum. Seluruh peserta mengikuti kompetisi tanpa dipungut biaya pendaftaran dengan total hadiah Rp6 juta. Panitia juga menyediakan kupon bazar senilai Rp20 ribu bagi setiap peserta untuk berbelanja di stan UMKM yang turut meramaikan acara.
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen datang dari KONI Kota Malang bersama Orado Kota Malang. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan sektor UMKM sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas.
Hasil pertandingan menetapkan Club Buntut Naga sebagai Juara I kategori eksternal dengan hadiah Rp1,5 juta, disusul Perisai Domb sebagai Juara II sebesar Rp1 juta, dan Garuda di posisi ketiga dengan hadiah Rp500 ribu. Pada kategori internal, Juara I diraih Tanjungrejo, Juara II Pisang Candi, dan Juara III Rampal Celaket, dengan nominal hadiah yang sama serta piagam penghargaan.
Penghargaan diserahkan oleh Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, dan Pendidikan DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Eko Herdiyanto, S.AP., didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S., bersama jajaran pengurus DPC dan panitia kegiatan.
Ketua Orado Kota Malang, Ja’Far Sodiq, menilai turnamen tersebut menjadi bukti bahwa olahraga domino semakin mendapat tempat di tengah masyarakat. Menurutnya, domino merupakan olahraga yang mengasah kemampuan berpikir, kerja sama, dan sportivitas.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa olahraga domino memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Kota Malang. Kami mengapresiasi DPC PDI Perjuangan Kota Malang yang telah memberikan ruang bagi para pecinta domino untuk berkompetisi secara sehat,” ujarnya.
Ja’Far menegaskan Orado Kota Malang berkomitmen membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi memperluas pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah, organisasi, komunitas, dunia usaha, maupun pihak mana pun yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga domino. Harapan kami, turnamen seperti ini dapat digelar secara rutin sehingga lahir atlet-atlet domino yang mampu membawa nama Kota Malang berprestasi di berbagai level pertandingan,” katanya.
Di sisi lain, kemenangan Club Buntut Naga pada kategori eksternal disambut penuh rasa syukur. Salah satu pemainnya, Ismail, mengatakan gelar juara merupakan hasil kerja sama dan konsistensi tim selama pertandingan.
“Persaingan berlangsung sangat ketat karena semua peserta memiliki kemampuan yang baik. Kami berusaha tetap fokus, menjaga komunikasi dengan pasangan bermain, dan menjalankan strategi yang telah disiapkan. Alhamdulillah hasilnya sesuai harapan,” tutur Ismail warga Poncokusumo, Kabupaten Malang ini.
Ia berharap turnamen Orado tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat menjadi kalender kompetisi rutin di Kota Malang.
“Semakin banyak turnamen, semakin banyak pula kesempatan pemain untuk meningkatkan kemampuan. Selain mengejar prestasi, kegiatan seperti ini juga mempererat persaudaraan antarclub dan menjadi sarana pembinaan atlet domino yang berkualitas,” pungkasnya.
REPORTER : DONI KURNIAWAN
EDITOR : DENNY W











