REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Rejang Lebong kembali melaksanakan Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP) tingkat Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2026, Rabu (12/8/2026).
Memasuki hari ketiga pelaksanaan, kegiatan SMEP menyasar empat desa binaan yang berada di sejumlah kecamatan. Keempat lokasi tersebut yakni Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah; Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan; Desa Sumberejo Transad, Kecamatan Bermani Ulu Raya; serta Desa Air Mundu, Kecamatan Bermani Ulu.
Plt Ketua TP PKK Kabupaten Rejang Lebong, dr. Melka Novera Sari, Sp.N., mengatakan SMEP merupakan bagian dari proses pembinaan sekaligus ruang belajar bersama untuk melihat sejauh mana program-program PKK telah berjalan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk memeriksa kelengkapan administrasi ataupun menilai pelaksanaan perlombaan. Lebih dari itu, SMEP menjadi momentum untuk mengetahui berbagai kekurangan yang masih ditemukan sekaligus mencari langkah perbaikan agar program PKK dapat berjalan lebih optimal.
“Kegiatan SMEP ini merupakan ruang belajar bagi kita semua dan kesempatan bagi kita untuk mengetahui apa saja kekurangan program-program yang selama ini kita laksanakan,” ujar dr. Melka.
Ia menegaskan, kehadiran TP PKK Kabupaten di desa-desa bukan untuk mencari kesalahan atau kekurangan. Berbagai catatan yang ditemukan selama pelaksanaan SMEP nantinya akan disampaikan sebagai bahan evaluasi dan dapat ditindaklanjuti pada waktu berikutnya.
“PKK hadir di sini bukan untuk mencari-cari kekurangan. Nanti apa yang kurang akan kami sampaikan melalui tim, mungkin beberapa bulan kemudian akan kami follow up perkembangannya,” jelasnya.
Dr. Melka berharap desa yang menjadi lokasi binaan TP PKK Kabupaten Rejang Lebong mampu menjadi contoh dalam penerapan 10 Program Pokok PKK yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap sebagai desa binaan nantinya desa ini dapat menjadi contoh bagaimana pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dapat menyentuh langsung masyarakat dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kader PKK di tingkat desa untuk menjadikan SMEP sebagai sarana mengevaluasi pelaksanaan program, baik dari sisi administrasi maupun penerapannya di lapangan.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk mengevaluasi apakah selama ini program-program itu sudah terlaksanakan dengan baik, baik itu secara administrasi maupun secara praktik yang menyentuh langsung masyarakat di desa kita,” ungkapnya.
Menurut dr. Melka, administrasi tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan gerakan PKK karena menjadi bukti bahwa program telah direncanakan dan dilaksanakan secara tertib. Namun, hal yang lebih utama adalah memastikan program tersebut benar-benar memberikan dampak bagi keluarga dan masyarakat.
Ia mencontohkan, keberhasilan gerakan PKK dapat dilihat dari aktifnya kelompok Dasawisma, meningkatnya kesehatan dan kemandirian keluarga, semakin berdayanya perempuan, adanya perhatian terhadap anak dan remaja, hingga terciptanya lingkungan yang lebih baik.
“Administrasi tetap penting sebagai bukti tertib dan terencana. Namun yang lebih utama adalah bagaimana program tersebut diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa desa binaan yang menjadi sasaran SMEP telah ditentukan oleh masing-masing kecamatan. Karena itu, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan persyaratan administrasi.
“Desa binaan sudah ditentukan oleh kecamatan. Saya berharap ilmu-ilmu yang diterima hari ini tidak hanya berhenti sebagai syarat administrasi saja, tapi dapat juga menjadi percontohan desa-desa di sekitar di kecamatan,” pungkasnya.
Untuk diketahui pelaksanaan SMEP di Desa Air Mundu dan Sumberejo Transad dihadiri langsung Plt Ketua TP PKK Kabupaten Rejang Lebong.











