REJANG LEBONG, SUARA PANCASILA.ID – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Rejang Lebong kembali bergerak ke sejumlah wilayah pada hari kedua pelaksanaan Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP) Tahun 2026, Selasa (11/8/2026).
Empat desa menjadi sasaran kunjungan tim pada pelaksanaan hari kedua, yakni Desa IV Suku Menanti di Kecamatan Sindang Dataran, Desa Belitar Muka di Kecamatan Sindang Kelingi, Desa Air Apo di Kecamatan Binduriang, dan Desa Suban Ayam di Kecamatan Selupu Rejang.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian SMEP Kabupaten Rejang Lebong yang digelar selama empat hari, 10-13 Agustus 2026. Total terdapat 15 desa dan kelurahan yang menjadi lokasi kegiatan, terdiri atas 12 desa dan tiga kelurahan di 15 kecamatan.
Kegiatan SMEP tidak hanya diarahkan untuk melihat kesiapan administrasi TP PKK di tingkat desa dan kelurahan. Tim juga melihat secara langsung implementasi berbagai program pemberdayaan yang selama ini dijalankan kader bersama masyarakat.
Plt Ketua TP PKK Kabupaten Rejang Lebong, dr. Melka Novera Sari, Sp.N., mengatakan evaluasi lapangan menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah program yang dirancang benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, administrasi merupakan salah satu unsur penting dalam pengelolaan organisasi, tetapi keberhasilan gerakan PKK tidak cukup hanya diukur dari kelengkapan dokumen.
“SMEP bukan sekadar pemeriksaan administrasi atau penilaian lomba. SMEP adalah bagian dari pembinaan, ruang untuk saling belajar, melihat apa yang sudah baik, memperbaiki yang masih kurang, dan bersama-sama menguatkan gerakan PKK,” kata dr. Melka.
Karena itu, setiap kunjungan SMEP diarahkan menjadi ruang diskusi antara tim kabupaten dengan kader di tingkat kecamatan maupun desa. Berbagai temuan dan masukan yang diperoleh di lapangan diharapkan dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan pelaksanaan program pada masa mendatang.
Periksa Program, Dorong Dampak Nyata Sejumlah bidang menjadi perhatian dalam SMEP 2026. Di antaranya pengelolaan administrasi dan Dasawisma, program Pokja I, Rumah Dilan dan UP2K, Aku Hatinya PKK dan B2SA, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), LBS/Rumah Sehat, serta inovasi GKSTTB.
Program-program tersebut tidak berdiri sendiri. Seluruhnya diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas kehidupan keluarga, mulai dari kesehatan, ekonomi, lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan dan perhatian terhadap anak serta remaja.
Dr. Melka menilai keberadaan kader di tengah masyarakat memiliki peran strategis dalam memastikan berbagai program tersebut dapat berjalan.Ia pun mengingatkan kader agar tidak menganggap kegiatan yang dilakukan sehari-hari sebagai sesuatu yang sederhana dan tidak berarti.
“Jangan pernah merasa bahwa apa yang dilakukan kader adalah hal kecil. Ketika seorang kader mengajak satu keluarga hidup bersih, membantu satu keluarga meningkatkan ekonomi, mendampingi satu anak, atau menggerakkan satu lingkungan untuk menjadi lebih sehat, sesungguhnya di situlah PKK sedang bekerja untuk masa depan daerah kita,” ujarnya.
Desa Binaan Didorong Jadi ContohSelain evaluasi, pelaksanaan SMEP juga diarahkan untuk mendorong desa binaan menghasilkan praktik-praktik yang dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya.
TP PKK Kabupaten Rejang Lebong berharap desa dan kelurahan yang menjadi sasaran tidak sekadar mempersiapkan diri saat pelaksanaan SMEP, tetapi mampu mempertahankan program pemberdayaan secara konsisten setelah kegiatan evaluasi berakhir.
“Inovasi sederhana yang dilakukan dengan konsisten juga dapat memberikan perubahan yang besar,” tutur dr. Melka.Ia juga menekankan perlunya kerja bersama antara TP PKK Kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan dengan pemerintah setempat serta pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena gerakan PKK tidak dapat berjalan optimal apabila hanya mengandalkan kader. Dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan keluarga yang lebih sehat, mandiri dan sejahtera.
“Melalui rangkaian SMEP 2026, TP PKK Kabupaten Rejang Lebong berharap evaluasi yang dilakukan di lapangan tidak berhenti pada penilaian, tetapi menghasilkan perbaikan nyata dalam pelaksanaan gerakan PKK,” pungkasnya.











