BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – PT BPR Bank Brebes (Perseroda) mencatat lonjakan kinerja signifikan pada awal 2026 dengan capaian laba melampaui target hingga 130 persen. Pencapaian ini diperkuat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma yang mendorong penguatan dan transformasi BUMD.
Selain pertumbuhan laba, Bank Brebes juga dipercaya sebagai mitra utama pengelolaan gaji sekitar 2.400 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menandakan meningkatnya kepercayaan pemerintah daerah terhadap kapasitas sistem perbankan yang dimiliki.
Memasuki tahun 2026, Bank Brebes juga menargetkan ekspansi dengan membuka lima kantor pelayanan baru di sejumlah titik strategis. Langkah ini diambil untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat serta memperkuat inklusi keuangan di wilayah Brebes.
Di tingkat nasional, performa Bank Brebes turut mendapat pengakuan melalui TOP BUMD Awards 2026 dengan predikat BPR Bintang 4. Sebelumnya, penghargaan juga diraih dalam BUMD Awards 2025.
Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan peran kepemimpinan daerah. Bupati Paramitha dinobatkan sebagai TOP Pembina BUMD.
“Semoga Bank Brebes selalu berprestasi setiap tahunnya dan semakin maju menuju Brebes Beres,” ujar Bupati Paramitha.
Sementara, Direktur Utama Dadan Hardiana Agustina meraih gelar TOP CEO BUMD. Hal itu membuktikan bahwa di bawah arahannya, Bank Brebes menjalankan transformasi melalui penguatan SDM, digitalisasi layanan, serta sinergi dengan pemerintah daerah.
Dadan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat peran Bank Brebes dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui perbankan yang sehat dan profesional.
Selanjutnya, Pejabat Eksekutif Bagian Operasional, Nur Afridah, menambahkan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah menjadi bukti kekuatan sistem yang dimiliki Bank Brebes.
“Ini membuktikan kapasitas dan kehandalan sistem yang kami miliki sangat solid,” ujarnya, Rabu (15/04/2026).
Ia juga menegaskan bahwa penguatan kelembagaan dilakukan melalui kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Brebes dalam penanganan kredit bermasalah (NPL), guna menjaga kesehatan bank.
Seiring capaian tersebut, Bank Brebes menargetkan ekspansi pada 2026 dengan membuka lima kantor pelayanan baru di titik strategis untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, manajemen Bank Brebes menjalankan sejumlah strategi utama, meliputi penguatan SDM, sinergi dengan pemerintah daerah, pemberdayaan UMKM, digitalisasi layanan, serta penanganan debitur bermasalah melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum.
“Target kami jelas, mendorong pertumbuhan aset, menekan angka NPL serendah mungkin, dan menjaga agar Bank Brebes tetap menjadi bank yang sangat sehat dan terpercaya,” tegas Nur Afridah.
Dengan capaian dan rencana ekspansi tersebut, Bank Brebes kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dan, dengan strategi penguatan internal dan ekspansi yang berjalan, Bank Brebes diproyeksikan semakin kokoh sebagai penggerak ekonomi lokal dan regional.










