BNPB Tinjau Banjir Muratara, 5 Jembatan Putus dan Ribuan Rumah Terendam

MURATARA, SUARA PANCASILA.ID – Tim dari Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan meninjau langsung kondisi banjir di Kabupaten Musi Rawas Utara, Senin (11/5/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat dampak banjir sekaligus mengecek kondisi infrastruktur dan kebutuhan logistik penanganan bencana di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Muratara, Hasbi Hasidqi, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Sukarmen mengatakan, tim dari Deputi BNPB yang datang ke Muratara terdiri dari Muamar dan Wina. Sementara dari BPBD Provinsi Sumsel hadir petugas penanganan kedaruratan bencana bernama Dini.

Bacaan Lainnya

Menurut Sukarmen, rombongan tiba di Muratara pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Setibanya di lokasi, tim langsung menggelar rapat koordinasi bersama jajaran BPBD Muratara guna membahas data dampak banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan. Dalam rapat tersebut turut hadir perwakilan Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Muratara.

“Tim meminta seluruh data terkait dampak banjir dan sudah kami serahkan. Setelah rapat, mereka juga mengecek gudang logistik BPBD Muratara. Kondisi buffer stock saat ini mulai menipis,” ujar Sukarmen.

Selanjutnya, pada Senin pagi, BPBD Muratara mendampingi tim BNPB dan BPBD Sumsel melakukan peninjauan lapangan. Awalnya, pihak BPBD berharap seluruh lima jembatan gantung yang putus dapat ditinjau.

Namun karena keterbatasan waktu dan agenda kunjungan ke daerah lain yang juga terdampak banjir, tim hanya meninjau dua jembatan. Dua jembatan yang diperiksa yakni jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, serta jembatan gantung di Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya.

Selain itu, tim juga meninjau kondisi banjir di Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, yang hingga Senin pagi masih tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. Meski demikian, sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut sudah dapat dilalui kendaraan.

Sukarmen menjelaskan, dari total 41 desa dan kelurahan terdampak banjir, sebagian besar wilayah kini mulai surut. “Untuk sekitar 40 desa dan kelurahan lainnya, kondisi air sudah kering,” katanya.

Berdasarkan data BPBD Muratara, banjir menyebabkan lima jembatan gantung putus total. Tiga jembatan berada di Kecamatan Rupit, masing-masing di Desa Tanjung Beringin, Desa Batu Gajah, dan Desa Noman. Sementara dua lainnya berada di Kecamatan Karang Jaya, tepatnya di Desa Terusan dan Desa Sukamenang.

Selain merusak infrastruktur, banjir juga berdampak pada berbagai fasilitas publik. Sedikitnya 44 sekolah dan 16 fasilitas kesehatan terendam banjir.

Rinciannya terdiri dari 10 unit puskesmas pembantu, enam polindes, 15 TK/PAUD, 22 SD/MI, enam SMP/MTs, dan satu SMA/SMK. Selain itu, satu mushola dilaporkan hanyut, 10 mushola dan 25 masjid terendam, serta 11 unit perkantoran ikut terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada sektor pertanian dan perkebunan warga. BPBD mencatat sekitar 30 hektare sawah dan 850 hektare kebun terendam banjir. Selain itu, 27 kolam milik warga ikut terdampak genangan air.

Sementara itu, jumlah rumah yang terendam mencapai 14.167 unit. Dari jumlah tersebut, lima rumah dilaporkan hanyut atau rusak berat, 11 rumah rusak sedang, dan 101 rumah mengalami kerusakan ringan. Total warga terdampak mencapai 14.167 kepala keluarga atau sekitar 54.266 jiwa.

BPBD Muratara juga mencatat satu korban meninggal dunia akibat banjir, yakni seorang balita bernama Shanum Aqila Fitri berusia tiga tahun. Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi BPBD hingga Minggu (10/5/2026) pukul 20.00 WIB dan masih bersifat sementara karena proses pendataan kerugian masih terus berlangsung.

Adapun wilayah terdampak banjir tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Karang Jaya sebanyak 12 desa, Kecamatan Rupit 13 desa, Kecamatan Karang Dapo tujuh desa, dan Kecamatan Rawas Ilir sembilan desa.

Pemerintah daerah bersama BNPB dan BPBD Provinsi Sumsel saat ini masih terus melakukan pendataan serta penanganan dampak banjir di wilayah Muratara.

Pos terkait