Deklarasi Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya Teguhkan Komitmen Humanity & Social Justice

KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID-Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya resmi mendeklarasikan keberadaannya dengan mengusung tema “Humanity & Social Justice” di Hotel Trio Indah 2, Kota Malang, Minggu (9/8/2026) malam.

Deklarasi yang dihadiri Pendiri Yakuza Maneges, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, bersama jajaran pengurus pusat tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen untuk mengembangkan gerakan sosial yang berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan sosial.

Ketua Umum Yakuza Maneges, Hari Simplek, menegaskan bahwa deklarasi tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Menurutnya, keberadaan organisasi harus dibuktikan melalui kerja nyata dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ini bukan sekadar target organisasi, tetapi sebuah ikhtiar untuk membangun gerakan sosial spiritual yang semakin terarah, semakin matang, dan semakin nyata manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Hari menyebut Malang-Pasuruan Raya merupakan deklarasi ketiga dalam rangkaian konsolidasi Yakuza Maneges. Organisasi tersebut menargetkan 15 wilayah melakukan deklarasi sebelum Januari 2027.

Ia juga menekankan pentingnya membangun organisasi sebagai ruang perubahan. Latar belakang maupun masa lalu seseorang, menurutnya, tidak semestinya menjadi alasan untuk menghakimi, sepanjang proses perubahan tetap diarahkan pada akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap norma dan hukum.

Sementara itu, Ketua Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya, Imron Hamzah, menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Pataka adalah kehormatan, tongkat kepemimpinan adalah amanah, dan deklarasi adalah tanggung jawab,” tegas Imron.

Ia mengatakan Yakuza Maneges akan mendorong kegiatan sosial dan pendampingan masyarakat dengan tetap menghormati hukum. Organisasi, lanjutnya, bukan aparat penegak hukum maupun institusi negara.

“Yakuza Maneges bukan negara dan bukan aparat penegak hukum. Kami hadir sebagai mitra yang konstruktif, bukan sebagai kompetitor,” katanya.

Salah satu agenda penting dalam deklarasi tersebut adalah penandatanganan MoU antara Yakuza Maneges dan Komnas PA Jawa Timur. Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat pendampingan dan perlindungan anak, termasuk anak yang menjadi korban kekerasan.

Imron juga membuka ruang sinergi dengan pemerintah, TNI-Polri, lembaga penegak hukum, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dunia usaha, hingga media dalam menangani berbagai persoalan sosial.

Menurutnya, semakin besar organisasi berkembang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijaga.

“Nilailah kami dari kerja kami, nilailah kami dari sikap kami, dan nilailah kami dari manfaat yang mampu kami berikan,” ujarnya.

Deklarasi tersebut sekaligus menempatkan Yakuza Maneges Malang-Pasuruan Raya pada tahap baru konsolidasi organisasi. Tantangannya kini bukan sekadar memperluas jaringan, tetapi membuktikan bahwa slogan Humanity & Social Justice dapat diterjemahkan menjadi kerja sosial yang nyata, terukur, dan bertanggung jawab.

suarapancasilaid'

Pos terkait