NASIONAL, SUARA PANCASILA.ID – Sembilan aktivis dan jurnalis Indonesia yang ditahan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza telah dibebaskan dan kini berada di Istanbul, Turkiye, untuk bersiap dipulangkan ke Tanah Air.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 telah tiba dengan selamat di Turkiye setelah diculik selama tiga hingga empat hari oleh militer Israel.
“Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa sembilan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditahan oleh militer Israel telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turkiye,” ujar Sugiono melalui akun X resminya, Jumat (22/5).
Mereka diterbangkan dari Bandara Ramon di Lembah Timna, Israel, menggunakan pesawat sewaan yang disiapkan otoritas Turkiye.Para WNI tersebut terdiri dari aktivis dan jurnalis yang mengikuti misi kemanusiaan internasional untuk membantu warga Gaza, Palestina.
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyidin mengonfirmasi dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, termasuk di antara WNI yang sempat ditahan aparat Israel.
Menurut Andi, Bambang sempat ditahan di Kapal Boralize, sementara Thoudy berada di Kapal Ozgurluk bersama jurnalis iNews Rahendro Herubowo dan jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho. Selain itu, lima WNI lain yang merupakan aktivis juga ikut ditahan.
Mereka adalah Andi Angga di Kapal Josef, Ronggo Wirasnu dan Herman Budianto di Kapal Zefiro, serta As’ad Aras dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasri Sadabat.
Sejumlah WNI dilaporkan mengalami kekerasan selama penahanan. Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal RI di Istanbul Darianto Harsono menyebut beberapa delegasi mengalami pemukulan, penggunaan taser, hingga peluru karet.
“Ada yang ditendang, ada yang dipukul, atau disetrum,” ujar Darianto. Selain kekerasan fisik, para peserta misi juga disebut mengalami penghinaan, pelecehan, dan dipaksa berada dalam posisi menyakitkan selama penahanan.
Meski demikian, pemerintah menyebut kondisi sembilan WNI tersebut secara umum masih sehat. Sugiono menegaskan Indonesia mengecam keras tindakan aparat Israel terhadap para relawan dan jurnalis Indonesia tersebut.
“Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap WNI pada saat penahanan,” kata Sugiono.Menurut dia, perlakuan terhadap delegasi Global Sumud Flotilla 2.0 bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan melanggar hukum internasional.
Duta Besar RI untuk Turkiye Achmad Rizal Purnama menyebut para WNI kini menjalani pemeriksaan kesehatan, visum, dan pengambilan testimoni sebelum dipulangkan ke Indonesia.“WNI akan selesaikan proses administrasi dan akan segera dipulangkan jika seluruh prosesnya selesai,” ujar Rizal, dikutip CNN Indonesia.
Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan bagian dari gerakan internasional yang mencoba mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur laut di tengah blokade dan konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.










