KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Gelaran Halal Bi Halal dan Kumpul Bareng Musisi Singer Malang Raya (MSMR) yang berlangsung di Rumah Makan Kertanegara, Klojen, pada Kamis (16/04/2026) menjadi momentum bersejarah bagi ekosistem musik di Kota Pendidikan ini. Tidak hanya sekadar ajang silaturahmi pasca-Lebaran, acara ini menjadi saksi dikukuhkannya MSMR sebagai komunitas resmi dengan terpilihnya Dhanar Rahadian sebagai Ketua secara aklamasi.
Acara yang dihadiri para insan musik ini terasa istimewa dengan kehadiran Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., beserta jajaran OPD terkait, Camat Klojen, dr.Lisa Setiawati, MMRS Direktur RS Panti Waluya Sawahan Malang, Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Malang serta sejumlah Owner Cafe dan Resto.
Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat memberikan apresiasi tinggi terhadap peran vital musisi dalam mengangkat citra kota di kancah internasional. Ia menegaskan bahwa status Malang sebagai Kota Kreatif Dunia di bidang Media Arts oleh UNESCO tidak lepas dari kontribusi sektor musik.
”Tanpa dukungan para musisi, Kota Malang tidak akan mungkin meraih pengakuan tingkat dunia ini, bersanding dengan kota-kota besar seperti Paris dan Seoul. Ini adalah kebanggaan kita semua,” ujar Wahyu.
Ia juga mengenang sejarah panjang Malang sebagai parameter musik nasional yang melahirkan legenda seperti Ian Antono dan Totok Tewel, hingga generasi masa kini seperti Malang Santai Sayang (Sal Priadi).
Pemerintah Kota Malang berkomitmen tidak hanya mendukung secara moral, tetapi juga secara struktural melalui program unggulan “Ngalam Asik”. Program ini dirancang untuk menjaga kesejahteraan musisi agar selaras dengan citra Malang sebagai destinasi wisata yang lengkap.
”Kami ingin menjadikan Malang sebagai tujuan wisata yang lengkap; tidak hanya kulinernya yang enak, tapi wisatanya mbois, musiknya mbois, dan musisinya pun mbois,” tambah Wahyu.

Sebagai langkah konkret, acara ini juga diisi dengan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini bertujuan memberikan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja seni di Malang Raya dengan premi yang diharapkan tidak memberatkan para musisi.
Menjawab aspirasi para pelaku seni, Wali Kota merencanakan pengaktifan kembali sejumlah taman di Kota Malang sebagai ruang publik bagi musisi untuk unjuk gigi.

”Kami berencana menempatkan area khusus di taman agar para musisi bisa menunjukkan keahliannya kepada khalayak ramai. Saya yakin musisi Malang tidak kalah bersaing dengan musisi kota lain,” tegasnya.
Ketua Panitia, Ayik, mengaku terkejut sekaligus bangga dengan antusiasme yang ada. Meski sempat merasa pesimis di awal perencanaan, jumlah kehadiran cukup lumayan banyak membuktikan soliditas musisi Malang.

”Alhamdulillah, antusias rekan-rekan musisi luar biasa. Terima kasih kepada Bapak Indra Setiyadi (CEO Kertanegara Resto) yang memfasilitasi kegiatan ini, serta owner cafe yang hadir sebagai mitra kerja para musisi,” ungkap Ayik.
Acara disertai dengan pembagian berbagai doorprize menarik dan sesi ramah tamah yang mempererat sinergi antara pemerintah, pemilik usaha (cafe/resto), dan para pelaku industri hiburan di Malang Raya.
Reporter : Doni Kurniawan
Editor : Denny W










