Kemarau Panjang, Pemkab Tanah Laut Salurkan 72.600 Liter Air Bersih

TANAH LAUT(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID — Kemarau panjang mulai memberi tekanan terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tanah Laut. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memperkuat penanganan dengan menyalurkan air bersih secara langsung kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. Distribusi dilakukan secara intensif dengan menyasar wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.

Berdasarkan rekapitulasi penanganan kekeringan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut per Minggu (4/10/2026), sebanyak 72.600 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat dan sejumlah fasilitas yang membutuhkan.

Bacaan Lainnya

Penyaluran tersebut berlangsung setiap hari sejak 27 September hingga 4 Oktober 2026. Distribusi mencakup sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Tambang Ulang, Panyipatan, Bajuin, Pelaihari, dan Takisung.

Bantuan air bersih tidak hanya menyasar kawasan permukiman warga. Pemerintah juga menyalurkannya ke berbagai fasilitas publik yang membutuhkan pasokan air untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Sejumlah sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA, turut mendapatkan distribusi air bersih. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada pondok pesantren, tempat ibadah, dan langgar.

Penyaluran ke fasilitas pendidikan dan tempat ibadah menjadi bagian penting dalam penanganan kekeringan. Keterbatasan air tidak hanya menyangkut kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat memengaruhi keberlangsungan aktivitas belajar-mengajar maupun kegiatan keagamaan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, penanganan kekeringan tidak hanya bertumpu pada satu perangkat daerah. Pemkab Tanah Laut mengerahkan sinergi lintas SKPD melalui tim gabungan untuk mendukung proses distribusi air bersih di lapangan.

Kolaborasi tersebut mencakup proses penyaluran hingga memastikan bantuan air bersih benar-benar diterima masyarakat dan fasilitas publik yang membutuhkan. Dengan pola penanganan tersebut, pemerintah daerah berupaya menjaga agar distribusi berlangsung tepat sasaran di tengah meningkatnya kebutuhan akibat kemarau.

Pemkab Tanah Laut juga memastikan penanganan kekeringan akan terus diperkuat selama musim kemarau masih berlangsung. Distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk respons pemerintah untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.

Di tengah kemarau yang berkepanjangan, ketersediaan air bukan sekadar persoalan pasokan. Bagi warga, air bersih menyangkut kebutuhan paling mendasar—untuk minum, menjalankan aktivitas sehari-hari, belajar, hingga beribadah. Karena itu, kesinambungan distribusi menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memastikan masyarakat tetap dapat menjalani aktivitasnya di tengah keterbatasan air.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)

suarapancasilaid'

Pos terkait