BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro mendesak percepatan keluarnya rekomendasi teknis (rekontek) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar proyek penanganan banjir dan infrastruktur sumber daya air dapat segera dikerjakan.
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Imam Sholikin mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) memiliki anggaran lebih dari Rp. 240 Milyar yang tersebar di beberapa titik pekerjaan. Namun hingga saat ini masih ada puluhan titik yang belum dikerjakan karena menunggu rekontek dari BBWS.
Imam menjelaskan, bahwa dari total 129 paket pekerjaan yang direncanakan, baru sekitar 89 paket yang bisa direalisasikan. Sementara sekitar 40 titik pekerjaan masih tertahan karena menunggu rekontek.
“Kalau rekontek belum keluar, pekerjaan tidak bisa dilaksanakan. Ini yang terus kami dorong agar segera selesai,” ujarnya seusai rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) di ruang Komisi D DPRD Bojonegoro.
Ia pun menegaskan, pengajuan rekontek seharusnya dilakukan sejak awal perencanaan agar proyek tidak terhambat saat memasuki tahun anggaran berjalan.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto menambahkan, penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh melalui pembenahan tata kelola air, termasuk normalisasi saluran, bozem, dan titik penampungan air yang mengalami pendangkalan.
Menurutnya, sejumlah lokasi masih mengalami genangan meski sudah dibangun drainase dan gorong-gorong, sehingga diperlukan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi.
“Jangan hanya fokus pembangunan fisik jalan, tetapi titik penampungan dan aliran air juga harus dibenahi,” tegasnya










