KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA.ID – Anggota DPD RI Perwakilan Jawa Timur sekaligus anggota Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meninjau langsung inovasi Anjungan Air Siap Minum (AASM) milik Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang di kawasan Kayutangan Heritage, Kamis (7/5/2026).
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Priyo Sudibyo, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB Muhammad Anas Muttaqien, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang dari Fraksi Golkar Kartika, Ketua KADIN Kota Malang sekaligus Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang dari Fraksi Golkar Djoko Prihatin, serta jajaran pengurus KADIN Jawa Timur dan Kota Malang.
Selain meninjau fasilitas air minum gratis, LaNyalla juga berkeliling melihat toko oleh-oleh khas Malang yang menjual produk UMKM lokal. Dengan ramah, ia menyapa para pengunjung Kayutangan Heritage dan menyempatkan diri melihat koleksi benda antik seperti keris yang menjadi daya tarik kawasan tersebut.
Dalam kesempatan itu, LaNyalla memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif Tugu Tirta yang menghadirkan fasilitas air minum siap konsumsi secara gratis bagi masyarakat.
Menurutnya, program tersebut layak menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten dan kota lain di seluruh Indonesia karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pelayanan publik yang lebih modern.
“Ini contoh yang sangat baik. Harapan saya ini ditingkatkan, kalau bisa di sepanjang jalan. Ini harus ditiru oleh kabupaten dan kota yang lain,” ujar LaNyalla.
Sebagai anggota DPD RI, ia menegaskan akan mendorong pemerintah daerah agar dapat mengadopsi program serupa di wilayah masing-masing. Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya analisis kelayakan, terutama dari sisi biaya dan keberlanjutan operasional.
“Kita tentu harus melihat nilai ekonominya, bagaimana biaya dan keberlanjutannya. Tapi ini langkah yang sangat positif dan perlu didukung,” tambahnya.
LaNyalla juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Koperasi Merah Putih maupun sektor usaha lainnya seperti restoran, agar fasilitas serupa dapat diperluas ke titik-titik strategis di perkotaan.
Sementara itu, Ketua KADIN Kota Malang Djoko Prihatin menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen membangun sinergi ekonomi kerakyatan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, khususnya sektor UMKM.
Menurut Djoko, KADIN saat ini tengah merumuskan langkah strategis bersama Pemerintah Kota Malang untuk memperkuat ekonomi lokal, termasuk melalui kolaborasi yang nantinya akan diperkuat dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwal).
“Kami fokus pada ekonomi kerakyatan. UMKM harus naik kelas, masyarakat harus merasakan langsung dampak pembangunan ekonomi. Saat ini kami sedang merumuskan bersama Wali Kota Malang dan mudah-mudahan satu sampai dua minggu ke depan bisa diumumkan,” jelas Djoko.
Terkait potensi sumber daya air yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut, Djoko menyebut KADIN masih melakukan kajian mendalam mengenai nilai ekonomisnya dan akan menentukan sejauh mana organisasi tersebut dapat mengambil peran dalam pengelolaannya.
Ia berharap fasilitas Anjungan Air Siap Minum seperti di Kayutangan tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi dapat diperluas ke berbagai titik strategis lain di Kota Malang agar manfaatnya dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Perumda Tugu Tirta, KADIN, dan dukungan dari DPD RI, inovasi pelayanan publik berbasis air minum gratis ini diharapkan menjadi model baru pembangunan perkotaan yang berpihak pada masyarakat sekaligus memperkuat sektor ekonomi lokal.
REPORTER : DONI KURNIAWAN
EDITOR : DENNY W










