BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi meluncurkan logo Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJKB) ke-349 Tahun 2026 di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (23/9/2026).
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, Hari Jadi Bojonegoro harus menjadi momentum evaluasi dan perbaikan pelayanan publik, bukan sekadar seremoni.
“Yang paling penting bukan hal-hal yang bersifat seremonial atau mahal, melainkan hadirnya pelayanan nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” tegas Wahono.
Menurutnya, pembangunan Bojonegoro juga harus memperkuat kualitas SDM, menjaga budaya, serta mempertahankan identitas daerah. Camat dan kepala perangkat daerah diminta aktif merangkul masyarakat dalam menjaga kearifan lokal.
“Logo HJB ke-349 menjadi pengingat bahwa tugas kita bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi menyiapkan landasan kokoh bagi generasi masa depan Bojonegoro,” ujarnya.
Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina menyebut logo tersebut merupakan hasil sayembara bertema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Adil dan Makmur”.
Sayembara diikuti 112 peserta. Juara pertama diraih Rahmat Aziz Saputra dari Desa Tulungrejo, Trucuk, disusul Muhammad Ilmi Baihaqi dari Desa Nglarangan, Kanor, dan Hary Wahyu Utomo dari Desa Ngumpakdalem, Dander.
Penyerahan hadiah akan dilakukan pada malam Tasyakuran HJB ke-349, 19 Oktober 2026.











