KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID- Berawal dari usaha sederhana yang dirintis Bu Endang sejak 1987 dengan nama Sate Talun, kini usaha kuliner keluarga tersebut terus berkembang di bawah pengelolaan generasi kedua, Aldi Wijaya Purnama atau yang akrab disapa Sam Aldi. Melalui inovasi produk dan pemanfaatan pemasaran digital, Sate Legend Daging Sapi Aldi berupaya memperluas jangkauan pasar hingga ke berbagai daerah bahkan mancanegara.
Perjalanan usaha yang telah melewati puluhan tahun tersebut menjadi gambaran bahwa konsistensi, kualitas produk, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman merupakan faktor penting dalam mempertahankan keberlangsungan UMKM.
Sam Aldi mulai serius menekuni dan meneruskan usaha keluarga setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas (SMA). Dalam menjalankan bisnis tersebut, dirinya tetap mempertahankan resep dan proses pengolahan yang diwariskan sang ibu.
Salah satu keunggulan Sate Legend Daging Sapi Aldi terletak pada proses pengolahan daging menggunakan teknik pelumuran bumbu atau marinasi khusus. Daging dilulur dengan racikan bumbu hingga meresap, sehingga menghasilkan cita rasa gurih, lezat, sedikit manis, serta tekstur daging yang empuk.
Proses pengolahan tersebut tetap mengikuti resep dan ajaran ibunya sebagai perintis usaha.
Menurut Sam Aldi, mempertahankan kualitas merupakan komitmen utama dalam menjalankan usaha kuliner keluarga. Mulai dari pemilihan bahan baku, takaran bumbu, porsi hingga cita rasa, semuanya diupayakan tetap konsisten.
Baginya, kepercayaan pelanggan tidak dibangun hanya melalui promosi, tetapi juga melalui kualitas produk yang terus dijaga dari waktu ke waktu.
Salah satu inovasi yang menjadi daya tarik Sate Legend adalah penyediaan kemasan vakum. Kemasan ini dirancang lebih praktis sehingga memudahkan pelanggan membawa produk ke luar kota maupun ke luar negeri.
Melalui kemasan tersebut, produk Sate Legend telah dibawa pelanggan hingga ke Madinah, Amerika Serikat, dan Dubai.
Inovasi kemasan vakum menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan pasar produk kuliner tradisional. Konsumen tidak hanya dapat menikmati sate di lokasi penjualan, tetapi juga memiliki pilihan untuk membawa produk sebagai buah tangan maupun kebutuhan perjalanan.
Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa kreativitas dalam pengemasan dapat membuka peluang baru bagi UMKM untuk menjangkau konsumen lintas wilayah dan negara.
Untuk harga, Sate Legend Daging Sapi Sam Aldi menawarkan produk dengan banderol Rp9.000 per tusuk. Sementara itu, tersedia kemasan praktis berisi 10 tusuk dengan harga Rp95.000.
Pelanggan juga dapat melakukan pemesanan melalui WhatsApp di nomor 08170507981. Pemasaran turut memanfaatkan media sosial Instagram melalui akun @satelegend_official dan TikTok Sate Legend Daging Sapi Aldi.
Selain pemesanan secara langsung, konsumen dapat memanfaatkan layanan pengiriman menggunakan jasa kurir dengan biaya pengiriman menyesuaikan tujuan.
Keberadaan Google Maps dengan nama Sate Legend Daging Sapi Aldi, beralamat di Jalan Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, juga menjadi sarana bagi calon pelanggan untuk menemukan lokasi usaha sekaligus melihat ulasan konsumen.
Dalam menjalankan operasional usaha, Sate Legend saat ini dikelola oleh dua orang pegawai. Apabila permintaan meningkat, pengelola terkadang menambah tenaga kerja untuk membantu proses produksi dan pelayanan pelanggan.
Dari sisi penjualan, usaha ini mampu memasarkan sekitar 200 hingga 300 tusuk setiap hari. Bahkan, pada waktu tertentu jumlah penjualan pernah mencapai 800 tusuk.
Capaian tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi pengelola untuk terus mempertahankan kualitas sekaligus mengembangkan kapasitas produksi.
Sam Aldi juga membagikan kiat bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, khususnya di bidang kuliner melalui platform digital.
Menurutnya, semangat, konsistensi, dan keberanian melakukan promosi merupakan bagian penting dalam membangun bisnis. Pelaku UMKM harus aktif memperkenalkan produknya melalui berbagai media sosial, termasuk Instagram dan TikTok.
Selain itu, kualitas produk tidak boleh dikorbankan hanya demi mengejar peningkatan penjualan.
“Yang terpenting tetap semangat, konsisten menjaga kualitas rasa dan bahan-bahan yang digunakan. Promosi juga harus terus dilakukan agar produk semakin dikenal masyarakat,” ujarnya menjadi prinsip yang dipegang dalam mengembangkan usaha tersebut.
Ke depan, Sam Aldi berharap Sate Legend Daging Sapi Aldi dapat terus berkembang tanpa meninggalkan kualitas dan cita rasa yang diwariskan keluarganya.
Dirinya juga memiliki harapan untuk menambah jumlah pegawai seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perkembangan usaha.
Perjalanan Sate Legend sejak 1987 menjadi bukti bahwa warisan usaha keluarga memiliki peluang untuk bertahan lintas generasi. Dengan mempertahankan resep tradisional, menghadirkan inovasi kemasan vakum, serta memanfaatkan pemasaran digital, produk kuliner lokal memiliki kesempatan untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
Lebih dari sekadar menjual sate, Sate Legend Daging Sapi Aldi membawa semangat mempertahankan warisan kuliner keluarga sekaligus membuktikan bahwa UMKM lokal mampu beradaptasi, bertumbuh, dan bersaing di tengah perkembangan industri kuliner modern.











