LAHAT, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Lahat memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah melalui intervensi langsung sektor pangan dengan menggelar kegiatan Pasar Murah Regional Sumbagsel Tahun 2026 di Pasar Kangkungan, Kelurahan Kota Jaya, Kecamatan Lahat, Jumat (17/04/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, SH., MH., bersama Fuel Terminal Manager Lahat M. Ans Harry Ridhani, Plt. Kepala Dinas Perindustrian Lahat, Kabid Perekonomian dan SDA Bappeda, Camat Lahat, Lurah Kota Jaya, Lurah Kota Negara, serta masyarakat penerima manfaat.
Pasar murah ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika ekonomi regional. Melalui kolaborasi dengan Pertamina, distribusi paket sembako bersubsidi dilakukan secara terarah kepada masyarakat prasejahtera yang telah terdata oleh pemerintah setempat.
Program ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai instrumen stabilisasi pasar guna menahan laju kenaikan harga kebutuhan pokok yang berpotensi memicu inflasi daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi konkret sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam mendukung kebijakan pengendalian inflasi.
Sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Kota Jaya dan Kota Negara. Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula 2 kg, susu kental manis, sarden, dan kecap manis.
Nilai normal paket yang mencapai sekitar Rp200.000 dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp30.000, sebagai bentuk subsidi langsung yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat.
Widia Ningsih juga menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas dukungan dalam program ini, yang dinilai efektif membantu pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat.
Langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lahat ini sejalan dengan agenda nasional dalam pengendalian inflasi, khususnya pada sektor pangan yang menjadi komponen utama inflasi.
Intervensi melalui pasar murah dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas harga di tingkat lokal, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pengendalian inflasi secara nasional.
Selain itu, program ini juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lapisan bawah dengan memastikan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga keseimbangan distribusi dan konsumsi di pasar.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis data penerima manfaat, kegiatan pasar murah di Lahat diharapkan dapat menjadi model berkelanjutan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mendukung kebijakan ekonomi nasional.










