LAHAT, SUARA PANCASILA.ID – Upaya penguatan pendidikan berbasis lingkungan kembali ditegaskan melalui kegiatan Gerakan Sekolah Asri di SMP Negeri 1 Lahat Selatan, Jumat (17/04/2026). Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH., MH., ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menanamkan kesadaran ekologis sejak dini di sektor pendidikan.
Secara strategis, gerakan ini dipandang sebagai langkah konkret dalam membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Penanaman pohon yang dilakukan bersama siswa dan tenaga pendidik tidak hanya bersifat simbolis, melainkan menjadi bagian dari integrasi nilai-nilai pelestarian alam dalam aktivitas belajar di sekolah.
Dari sisi kebijakan, Pemerintah Kabupaten Lahat terus mendorong implementasi program Sekolah Asri sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah yang berorientasi pada lingkungan hidup. Program ini diharapkan mampu menjadi model pembinaan sekolah ramah lingkungan yang dapat direplikasi di berbagai satuan pendidikan lainnya. Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya komitmen kolektif seluruh elemen sekolah untuk merawat dan menjaga keberlangsungan pohon yang telah ditanam.
“Kegiatan ini harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial. Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran lingkungan yang akan berdampak jangka panjang,” ujarnya.
Dari perspektif dampak nasional, Gerakan Sekolah Asri selaras dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan serta mendukung target pengendalian perubahan iklim. Inisiatif seperti ini dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat sekaligus membangun budaya cinta lingkungan di kalangan generasi muda.
Melalui gerakan ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menuju masa depan yang lebih baik.










