MURATARA, SUARA PANCASILA.ID – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-43 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDPPPA), Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, melaksanakan Sosialisasi Gerakan Anti Bullying di sejumlah sekolah.
Kegiatan perdana berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, bertepatan dengan pelaksanaan upacara bendera di SMAN Noman, SMP Negeri Maur, dan SD Negeri 1 Batu Gajah, Kecamatan Rupit.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional sekaligus upaya Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying).
Melalui kegiatan tersebut, para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah diajak untuk memahami dampak buruk bullying serta pentingnya membangun budaya saling menghargai dan menghormati.
Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Dinas PMDPPPA Kabupaten Musi Rawas Utara, Taufik Yuzar, S.T., M.M., CVDP., CVAPol, didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nia Puri Suandani, S.Tr.Keb., M.A.P., bersama tim UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diajak mendeklarasikan sekaligus membangun Komitmen Sekolah Anti Bullying sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk mencegah, menolak, dan menangani setiap tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Komitmen ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nia Puri Suandani, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara kini telah memiliki UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.
“Saat ini Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara telah memiliki UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai tempat penanganan pengaduan kasus bullying, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta berbagai permasalahan lain yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak,” ujar Nia Puri Suandani.
Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan terhadap anak. Menurutnya, pencegahan bullying tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Melalui tema “Gerakan Anti Bullying”, Dinas PMDPPPA Kabupaten Musi Rawas Utara berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah mengenai pentingnya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta membangun karakter peserta didik yang berakhlak, berani melawan perundungan, dan peduli terhadap sesama.
Sosialisasi ini juga akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai sekolah lainnya di Kabupaten Musi Rawas Utara sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak.











