MURATARA, SUARA PANCASILA.ID – Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat miskin terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Salah satunya melalui Pelatihan Pengolahan Makanan dan Minuman Berbahan Komoditas Lokal untuk Pengentasan Kemiskinan, yang digelar di Aula Siti Rahmah Muratara, Kamis (3/9/2026).
Pelatihan Pengolahan Makanan dan Minuman Berbahan Komoditas Lokal Dorong Pengentasan Kemiskinan di Muratara
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Politeknik Pariwisata Palembang melalui kolaborasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Utara. Program ini menjadi bagian dari agenda rutin yang telah dilaksanakan sejak 2025 sebagai upaya memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat miskin yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Pelatihan diikuti 30 warga miskin yang berada pada Desil 1 dan Desil 2 serta terdaftar aktif dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Selain itu, kegiatan juga melibatkan tiga pegawai Dinas Sosial dan tiga pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Musi Rawas Utara.Para peserta berasal dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Rupit, Karang Jaya, Karang Dapo, Rawas Ulu, dan Rawas Ilir.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Utara, Zulyan Putra Franta, S.IP., M.Si., turut menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Kehadiran sejumlah unsur pendukung turut memperkuat pelaksanaan pelatihan, di antaranya Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Utara, dr. Dian Rafiantiska; Ketua Bidang III TP PKK Musi Rawas Utara, Ade Desti Kendian, SE., MM; serta Wakil Pokja III TP PKK Musi Rawas Utara, Sri Hartati, SP.
Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan makanan dan minuman, tetapi juga didorong untuk melihat komoditas lokal sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat miskin yang mampu dididik dan dilatih dinilai menjadi salah satu potensi penting dalam pengembangan sumber daya manusia.
Keterampilan tersebut diharapkan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan sosial melalui pengembangan usaha berbasis potensi lingkungan sekitar.
Pemanfaatan bahan baku lokal juga memungkinkan masyarakat memulai usaha dengan modal yang relatif terjangkau. Dengan ditunjang keterampilan pengolahan, inovasi produk, pengemasan, pemberian merek, hingga strategi pemasaran yang kreatif, komoditas lokal dapat diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.
Salah satu contoh inovasi yang diperkenalkan dalam pelatihan adalah pengolahan minuman berbahan dasar asam Jawa yang dikembangkan dengan sentuhan kreatif dan diberi nama “Java Hibiscus Fizz”.
Pemberian nama, pengolahan, serta penyajian yang berbeda menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya tarik dan nilai ekonomi lebih tinggi. Kreativitas semacam ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri sesuai potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.
Kolaborasi antara Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Utara dan Politeknik Pariwisata Palembang tersebut diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membuka peluang usaha baru, meningkatkan keterampilan, dan mendorong masyarakat miskin agar semakin mandiri secara ekonomi.
Dengan memanfaatkan potensi komoditas lokal dan mengembangkan kreativitas pengolahan serta pemasaran, pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas Utara.











