BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Sebanyak 710 mahasiswa mengikuti Program 1 Keluarga 1 Sarjana yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Brebes. Untuk memastikan seluruh penerima manfaat dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mendorong pembiayaan melalui kolaborasi APBD, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan pendistribusian dan pendayagunaan bantuan Baznas Kabupaten Brebes di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Senin (26/10/2026).
Pada kesempatan itu, Baznas menyalurkan bantuan program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) kepada 65 mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kabupaten Brebes. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp325 juta. Selain itu, terdapat bantuan pendidikan untuk mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes sebesar Rp50 juta.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengatakan, besarnya jumlah mahasiswa penerima program membutuhkan dukungan anggaran dari berbagai sumber. Pemerintah daerah tidak bisa sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kita sedang menguliahkan 710 mahasiswa. 710 mahasiswa, memang kita tidak bisa pakai uang APBD semuanya,” kata Paramitha.
Karena itu, Pemkab Brebes melibatkan Baznas dan perusahaan untuk memperkuat pembiayaan pendidikan. Paramitha menyebut dukungan tersebut diperlukan agar mahasiswa tidak berhenti kuliah karena keterbatasan biaya.
Ia mencontohkan usulan anggaran Rp500 juta untuk membiayai 50 mahasiswa selama empat tahun masa pendidikan.
“Saya sampaikan disini, ada dari Baznasnya,, dari CSR PT. juga ada. Kenapa saya minta 500 juta untuk 50 mahasiswa selama 4 tahun,” jelas Bupati.
Menurut Paramitha, kepastian pembiayaan hingga mahasiswa lulus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program 1 Keluarga 1 Sarjana. Dengan demikian, bantuan pendidikan tidak hanya menopang mahasiswa saat memulai perkuliahan, tetapi juga memastikan keberlanjutan studi mereka sampai menyelesaikan jenjang sarjana.
“Semuanya sampai 4 tahun, sampai lulus,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi APBD, Baznas, dan CSR perusahaan, Pemkab Brebes berupaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.











