RAPAT KOORDINASI PEMBENTUKAN TIM SATGAS KARHUTLA TINGKAT KECAMATAN MUARA BELITI

MUARA BELITI – SUARAPANCASILA.ID – Pemerintah Kecamatan Muara Beliti menggelar rapat koordinasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat kecamatan. Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Camat Muara Beliti, Bapak Wahyu Lindra, S.H., M.H., didampingi Sekretaris Camat, serta dihadiri oleh Kapolsek Muara Beliti, Iptu Miming Wijaya, S.E., M.M., Kepala Desa, dan yang mewakili Sekecamatan Muara Beliti, juga perwakilan dari beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret dan antisipatif dalam memperkuat sinergitas serta kolaborasi antara unsur Forkopimcam, Tiga Pilar, dan pihak perusahaan dalam menangani dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang kian mengkhawatirkan. Pembentukan Satgas Karhutla ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian serta partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan dini bencana kebakaran di lingkungannya masing-masing.

Camat Muara Beliti, Wahyu Lindra, S.H., M.H., dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kerja sama yang erat, terpadu, dan berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, aparat keamanan, maupun pihak perusahaan. “Kebakaran hutan dan lahan adalah masalah bersama yang dampaknya dirasakan oleh semua pihak. Oleh karena itu, penanganannya pun harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Camat.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Muara Beliti, Iptu Miming Wijaya, S.E., M.M., menyampaikan dukungan penuh pihak kepolisian terhadap pembentukan Satgas Karhutla tersebut. Ia menekankan pentingnya penegakan peraturan sekaligus pendekatan persuasif kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat memicu kebakaran besar serta pencemaran udara.

Dalam rapat tersebut juga dibahas dukungan Pemerintah Daerah yang telah mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana Karhutla baik untuk kebutuhan operasional maupun pengadaan sarana dan prasarana penanganan kebakaran yang memadai. Hal ini didasari kondisi terkini di mana menurut laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, wilayah Kabupaten Musi Rawas berada pada kategori tidak sehat akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang.

Para Kepala Desa berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam sosialisasi dan pengawasan di tingkat desa, sementara perwakilan perusahaan menyatakan kesiapannya berperan aktif mendukung ketersediaan personel, sarana, serta prasarana penanggulangan Karhutla di sekitar wilayah operasionalnya.

Hasil rapat menetapkan beberapa langkah strategis: pertama, mengaktifkan Satgas Karhutla Kecamatan yang beranggotakan unsur pemerintahan, TNI, Polri, pemerintah desa, dan perusahaan; kedua, memperkuat sosialisasi serta larangan pembakaran lahan kepada masyarakat; ketiga, memantau titik panas secara berkala dan merespons dengan cepat setiap potensi kebakaran; serta keempat, memastikan ketersediaan sarana prasarana dan anggaran operasional yang memadai.

Camat berharap dengan kesatuan langkah dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, wilayah Kecamatan Muara Beliti dapat terhindar dari bencana Karhutla yang meluas, kualitas udara tetap terjaga, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, sehat, dan nyaman. Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan, dan kesadaran kita semua adalah kunci utamanya.

suarapancasilaid'

Pos terkait