SIAK, SUARA PANCASILA.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak Mahadar mengatakan kekayaan pusaka Siak menjadi modal penting untuk memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.Hal tersebut disampaikan Mahadar saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 di Benteng Oranje, Ternate, Rabu (26/8/2026).
Mahadar hadir dalam forum yang mengusung tema “Ternate Episentrum Rempah Dunia”. Menurutnya, JKPI tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, tetapi juga ruang untuk bertukar pengalaman dan merumuskan strategi bersama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.
Mahadar mengatakan, Siak memiliki kekayaan pusaka yang mencakup peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura, Istana Siak, masjid dan makam bersejarah, serta tradisi Melayu dan berbagai warisan budaya takbenda.
“Pusaka bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi merupakan aset masa depan yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Mahadar.
Ia berharap keikutsertaan Siak dalam Rakernas JKPI XII dapat membuka ruang pembelajaran terhadap berbagai inovasi daerah lain dalam mengembangkan pusaka menjadi penggerak ekonomi kreatif, pariwisata berbasis budaya, dan pendidikan karakter tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.
Menurut Mahadar, pelestarian pusaka juga membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari komunitas budaya, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga generasi muda. Upaya tersebut dinilai penting agar warisan budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga terus hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menegaskan pentingnya memperkuat identitas budaya lokal di tengah modernisasi perkotaan.Ia menyebut City Branding Ternate Kota Rempah sebagai ajakan untuk membangun gerakan bersama antara pemerintah, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat.
“Dengan sinergi seluruh pihak, Ternate tidak hanya akan kembali dikenal, tetapi juga memimpin narasi kejayaan masa lalu untuk kemakmuran masa kini,” ujar Tauhid.Forum tersebut menjadi momentum untuk bertukar pengalaman dan memperkuat strategi pelestarian pusaka agar dapat berkontribusi terhadap pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, dan pembangunan daerah.











